Tujuh Terdakwa Hipnotis Terus Tutupi Wajah di PN Negara

Tujuh terdakwa kasus hipnotis menunduk dan terus menutup wajahnya saat memasuki ruang sidang di Pengadilan Negeri (PN) Negara

Tujuh Terdakwa Hipnotis Terus Tutupi Wajah di PN Negara
Tribun Bali/Made Ardhiangga
Tujuh terdakwa penipuan menunduk menutup wajah saat menjalani sidang di PN Negara, Rabu (23/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Tujuh terdakwa kasus hipnotis menunduk dan terus menutup wajahnya saat memasuki ruang sidang.

Tujuh terdakwa kasus hipnotis menghadapi sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Negara, Rabu (23/1/2019).

Mereka dituntut dengan hukuman penjara selama enam bulan.

Sidang dipimpin oleh dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Fakhrudin Said Ngaji, dengan hakim anggota Mohammad Hasanuddin Hefni dan Alfan Firdauzi Kurniawan. 

Baca: Disidang di PN Denpasar, Pasutri Muda ini Diancam Hukuman Penjara Seumur Hidup

Para terdakwa adalah tiga warga negara China, Huang Ping Shui (37), Chen Cheng Chong (38), dan Chen Ali (31).

Empat lainnya adalah warga Indonesia yaitu, Maratus Solikah (39), Dewi Ilmi Hidayati (38), dan Mulyani (34), dan Tjai Fen Kiat (27).

Mereka terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 378 KUHP,, junto pasal 55 ayat 1, junto pasal 64 ayat 1 KUHP.

"Dengan ini menuntut para terdakwa dengan hukuman penjara selama enam bulan," ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU), Gedion W Reswari dalam pembacaan tuntutan.

Sidang tuntutan tujuh terdakwa ini digelar terpisah. Sidang pertama dengan terdakwa Maratus Solikah, Dewi Ilmi Hidayati dan Mulyani.

Sidang kedua dengan terdakwa Tjai Fen Kiat, Huang Ping Shui, Chen Cheng Chong, dan Chen Ali.

Ketua Majelis Hakim, Fakhrudin Said Ngaji kepada terdakwa menanyakan, mengenai tuntutan.

Apakah terdakwa keberatan atau ada pembelaan yang dilakukan. Atas hal ini, tujuh terdakwa satu per satu meminta keringanan.

Alasannya beragam. Mereka mengaku adalah tulang punggung keluarga dan memiliki anak yang harus dibiayai.

"Minta keringanan yang mulia," ucap ketiga terdakwa perempuan yang juga diucapkan oleh empat terdakwa selanjutnya di hadapan majelis hakim. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved