Target Raih Dua Medali Emas Porprov Bali 2019, Pertina Tabanan Siapkan Atlet Tinju Terbaik

Kabupaten Tabanan rencananya akan mengikuti delapan kelas dan tengah mempersiapkan atlet tinju terbaik untuk mengikuti Porprov Bali 2019

Target Raih Dua Medali Emas Porprov Bali 2019, Pertina Tabanan Siapkan Atlet Tinju Terbaik
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Caretaker Pertina Tabanan, I Ketut Joni Suwirya saat ditemui Tribun Bali di Gedung Kesenian I Ketut Maria/Gedung Mario, Tabanan, Bali, Jumat (25/1/2019). Joni berharap atlet tinju Tabanan bisa meraih dua medali emas Porprov Bali 2019. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Caretaker Pertina Tabanan, I Ketut Joni Suwirya (47) berharap bisa meraih dua medali emas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2019 di Tabanan.

Cabang olahraga tinju rencananya akan mempertandingkan 8 kelas pada Porprov Bali 2019 mendatang.

Joni mengatakan bahwa Kabupaten Tabanan rencananya akan mengikuti delapan kelas tersebut, dan tengah mempersiapkan atlet tinju terbaik untuk mengikuti Porprov Bali 2019.

“Memang rencananya yang dipertandingkan di Porprov Bali 2019 itu 8 kelas, yang kami persiapkan masih dua petinju karena kebetulan itu yang sudah terdaftar resmi, dan kami akan mempersiapkan 6 petinju lagi, itu akan kami seleksi dulu, apakah itu memang memenuhi syarat atau tidak. Jadi rencananya seperti perintah dari Ketua KONI (Tabanan) bahwa kami akan memenuhi delapan kelas yang akan dipertandingkan,“ ucapnya di Gedung Kesenian I Ketut Maria/Gedung Mario, Tabanan, Bali, Jumat (25/1/2019).

Baca: Ini Pikiran Calon Mertua Pada Masa Lalu & Usia Ahok Yang Terpaut Jauh Dengan Puput Nastiti Devi

Baca: 21 Pengurus Baru KONI Tabanan Fokus Sukseskan Porprov Bali 2019

Dua petinju yang sudah dipersiapkan yaitu Ferdinandus Seran di kelas 52 kg dan Maxwel Lande di kelas 56 kg.

Joni optimis Tabanan memiliki peluang untuk mendapatkan medali diantara delapan kelas yang dipertandingkan.

Ia juga berharap Tabanan mendapatkan dua medali emas Porprov Bali 2019 nanti.

“Dengan aturan KONI yang baru bahwa petinju-petinju nasional yang sudah pernah ikut SEA Games, PON, Asian Games kan tidak boleh bertanding di kelas tertentu khususnya kelas 52 kg dan 56 kg, karena itu memang pelapis kemarin, jadi sekarang petinju-petinju sebelumnya sudah tidak mungkin bertanding. Kami harapkan (medali) di dua kelas itu yaitu 52 kg dan 56 kg. Kami sih gak mau muluk-muluk gitu ya, dengan kondisi yang ada sekarang, dengan aturan yang baru, kami berharap dua emas itu bisa,” ucapnya.

Baca: 80 Persen Libatkan Milenial, Kasus Kecelakaan Lalu Lintas di Tabanan Meningkat

Baca: Ramalan Cintamu Akhir Pekan Ini: Leo Bingung dengan Perasaannya, Virgo Salah Pilih?

Saat ditanya tentang kepengurusan Pertina Tabanan yang belum pasti, Joni berkata akan mengkoordinasikan hal tersebut dengan bidang organisasi KONI Tabanan agar segera dibentuk kepengurusan Pertina Tabanan.

“Karena ke depannya Tabanan sebagai tuan rumah Porprov Bali 2019 mau tidak mau harus ada kepengurusan lengkap, dengan adanya kepengurusan KONI Tabanan yang baru, saya selaku Caretaker Pertina Tabanan akan berkoordinasi ke bidang organisasi, beliau lah yang bertugas di bidang organisasi itu, yang akan melakukan koordinasi untuk pembentukan kepengurusan Pertina Tabanan,” katanya.

Baca: Ulang Tahun ke-70 Garuda Indonesia Beri Diskon 70 Persen, Termasuk Rute Jakarta-Denpasar-Jakarta

Baca: Ahok Cerita Bahwa Mamanya Sempat Tak Yakin Puput Nastiti Devi Yang Masih Muda Mau Dinikahi Ahok

Toni pun berujar, kekosongan pengurus Pertina Tabanan tidak mengganggu persiapan atlet tinju untuk Porprov Bali 2019.

Jika kepengurusan Pertina Tabanan telah dibentuk, ia berharap komunikasi dengan atlet tinju Tabanan dapat menjadi lebih intens.

“Sama sekali tidak (mengganggu), saya yang ditunjuk sebagai Caretaker itu tetap menjalankan fungsi-fungsi kepengurusan Pertina, walaupun mungkin tidak maksimal karena hanya seorang atau sendiri, jadi urusan administrasinya, pembinaan atletnya, termasuk ketemu atlet-atletnya itu masih dilakukan sendiri. Harapan saya ke depan, jika telah dibentuknya pengurus bisa lebih intens komunikasi dengan atlet, termasuk untuk administrasinya, jadi tidak merangkap-rangkap,” katanya.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved