Pelaku Penipuan Tanah Rp 2,8 Miliar Diringkus Polres Gianyar

I Made Juliana Putra diringkus lantaran melakukan penipuan tanah senilai Rp 2,8 miliar

Pelaku Penipuan Tanah Rp 2,8 Miliar Diringkus Polres Gianyar
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Pelaku penipuan tanah I Made Juliana┬áPutra diringkus Satreskrim Mapolres Gianyar, Senin (28/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Berharap mendapatkan keuntungan besar dalam urusan jual beli tanah, I Made Juliana Putra (38) asal Banjar Pakudui, Desa Kedisan, Tegalalang justru meringkuk di Rutan Polres Gianyar.

Lulusan Diploma Dua Pariwisata ini, diringkus lantaran melakukan penipuan tanah dengan korban temannya sendiri, KMK (42) asal Jepang.

Wakapolres Gianyar, Kompol Adnan Pandibu, Senin (28/1/2019) mengatakan, kasus ini berawal dari tahun 2015 lalu, saat pelaku menjual sejumlah tanahnya pada warga Jepang.

Dalam hal ini, pelaku menjual tanah sekitar 20,7 are, dengan harga per are Rp 135 juta.

Korban pun saat itu telah melunasi pembayaran senilai Rp 2,8 miliar.

Baca: Rekaman Vanessa Angel Berbaju Putih Tanpa Suara Ini Ditonton 3,9 Juta Kali, Ada Yang Di Dalam Mobil

Baca: Pagi Ketawa-ketawa Siang Berubah Drastis, 5 Zodiak Ini Terkenal Emosinya Paling Labil

Baca: Pemprov Kini Larang Gunakan Plastik saat Sembahyang ke Pura, Ini yang Akan Dilakukan

“Setelah uang tanah dibayar, ternyata tanah yang dimaksud adalah tanah yang sebelumnya telah dijual. Setelah warga Jepang ini membayar uang sesuai keinginannya, pelaku bermaksud membeli kembali tanah yang sudah dijual itu, dengan harapan mendapat banyak keuntungan. Tapi apes, pembeli sebelumnya tak mau menjual tanahnya, sehingga warga Jepang rugi dan melaporkan kasus itu ke kami,” ujar Adanan.

Setelah melakukan pengembangan, pihaknya langsung mengamankan pelaku.

Dimana pelaku saat ini telah diamankan di Rutan Mapolres Gianyar, dengan ancaman pasal 378 KUHP dan Pasal372 KUHP.

Baca: Penampakan 2 Ekor Lumba-lumba di Sungai Kualuh Labura jadi Tontonan Warga, Lihat Videonya!

Baca: Penggunaan Sedotan Stainless Steel, Amankah?

Baca: Hotman Paris Ungkap Perselingkuhannya Dengan Asisten Pribadi, Diberi Hermes Hingga Mercedes Benz

“Berkas perkara sudah P21, tinggal menunggu pelimpahan ke Kejari Gianyar,” ujarnya.

Kompol Adnan menegaskan, pihaknya akan melakukan pengawasan lebih intensif terhadap perkara-perkara yang berkaitan dengan tanah.

Hal ini sesuai dengan Commander Wish Kapolda Bali tentang pemberantasan korupsi, pungutan liar dan kasus tanah.  

Dalam memberantas mafia tanah di wilayah hukum Polres Gianyar, pihaknya juga telah melakukan nota kesepakatan dengan Kantor Pertanahan Kabupaten Gianyar. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved