Persiapan Pengprov FPTI Bali Jelang Pra PON 2019

Persiapan cabor panjat tebing Bali menghadapi Pra PON 2019 sudah dimulai sejak tahun lalu lewat Kejurnas Panjat Tebing di Solo

Persiapan Pengprov FPTI Bali Jelang Pra PON 2019
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Ketua FPTI Bali, Putu Yudiatmika saat ditemui Tribun Bali di GOR Purna Krida, Badung, Bali, Selasa (29/1/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Beberapa cabang olahraga (cabor) yang ada di Bali tengah mempersiapkan diri menghadapi Pra PON 2019 termasuk cabor panjat tebing.

Ketua Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali, Putu Yudiatmika mengatakan, persiapan menghadapi Pra PON 2019 sudah dimulai sejak tahun lalu lewat Kejurnas Panjat Tebing di Solo, Jawa Tengah tanggal 27 November - 2 Desember 2018 lalu.

“Kalau persiapan Pra PON sudah sejak hasil Kejurnas kemarin, kami juga sudah membuatkan tim, dimana kejurnas di Solo itu merupakan kelanjutan untuk Pra PON. Beberapa atlet muda junior, yaitu level dua akan kami tambah saat simulasi nanti. Simulasi ini terkait dengan beregu. Kalau perorangan sudah pasti itu Nadia, Temi, Himalaya, Desak , Iwan. Dari perorangan tersebut ada yang kami simulasikan untuk beregu, beregunya ada di boulder, lead, kemudian ada nomor-nomor yang sifatnya memerlukan team work, makanya team work inilah yang akan kami simulasikan untuk maju ke Pra PON, “ paparnya saat ditemui di GOR Purna Krida, Badung, Bali, Selasa (29/1/2019).

Baca: Bank OCBC NISP Cetak Kenaikan Laba Bersih 21 Persen Sepanjang Tahun 2018

Baca: Pemkot Denpasar Dukung Penguatan LPD Sebagai Sektor Penting Ekonomi Kerakyatan

Baca: Ahmad Dhani Masuk Penjara, Ari Wibowo Beri Sindiran Begini

Tidak hanya itu, TC juga telah dilakukan di masing-masing kabupaten/kota, dimana pada Februari 2019 mendatang akan dikumpulkan dalam pemusatan latihan.

“TC Pra PON sudah kami mulai tapi parsial masing-masing kabupaten, atlet yang ada di kabupaten silakan digenjot dulu, begitu kami kumpulkan di provinsi baru disimulasikan lagi. Rencananya bulan Febuari ini akan mulai mengumpulkan mereka, tapi beberapa atlet senior sudah kami kirim ke daerah lain seperti Surabaya untuk menjajaki lawan-lawannya di sana, nanti setelah kembali baru kami jadikan satu antara kabupaten dan senior yang sudah dipersiapkan,” ucapnya.

Yudiatmika mengakui bahwa kendala yang dihadapi FPTI Bali hingga saat ini adalah sarana dan prasarana.

Untuk menyiasatinya, FPTI Bali mengirim atlet senior mengikuti kejuaraan dan latihan bersama di luar daerah agar para atlet lebih memahami medan dan lawan yang akan dihadapi di Pra PON.

Baca: Telkomsel Bali Nusra Gelar Program idPedia di Bali, Ajak Siswa Berbagi Ide Bisnis Digital

Baca: Video Detik-detik Lucinta Luna Diperiksa Petugas Bandara Soetta Karena Dicurigai Bawa Barang Ini

Baca: Tak Mau Balikan Dengan Mantan, Sule Lebih Pilih Cari Istri Baru

Dikatakan, ada empat atlet yang dikirim keluar daerah yaitu Nadia, Erwin, Danis dan Temi.

Ia berharap empat atlet panjat tebing Bali tersebut dapat lolos ke PON 2020.

Ungkapnya, saat PON nanti Bali berada dalam grup 'neraka' bersama Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Surabaya.

"Saat PON nanti kami memang berada di grup 'neraka'. Jadi, hanya menargetkan keempat atlet senior itu untuk bisa mendominasi. Mudah-mudahan dengan kekompakan serta kekuatan tim, kami punya banyak peluang lolos,” ucapnya.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved