Dalam Sebulan PN Tabanan Terima 30 Kasus Perceraian, Dominan Faktor Ekonomi

kasus yang masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Tabanan selama tahun 2018 mencapai 300 lebih atau 30 kasus masuk dalam sebulan

Dalam Sebulan PN Tabanan Terima 30 Kasus Perceraian, Dominan Faktor Ekonomi
kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Angka kasus perceraian di Kabupaten Tabanan tergolong tinggi.

Hal ini terlihat dari kasus yang masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Tabanan selama tahun 2018 mencapai 300 lebih atau 30 kasus masuk dalam sebulan.

Bahkan, hingga Rabu (30/1/2019) kemarin kasus perceraian yang masuk sebanyak 33 kasus. Rata-rata yang mengajukan cerai berusia 30-40 tahun.  

Juru Bicara Pengadilan Negeri (PN) Tabanan, Luh Sasmita Dewi menyatakan, kasus perceraian di Tabanan yang tergolong tinggi disebabkan oleh beberapa faktor.

Diantaranya adalah faktor ekonomi, tak memiliki keturunan, hingga perselingkuhan.

Namun, menurutnya kasus perceraian di Tabanan didominasi oleh faktor ekonomi.

Dia menyebut, yang termasuk karena faktor ekonomi adalah kepala keluarga (suami) yang dianggap tidak mampu menafkahi istri dan anakanya sehingga istri minta cerai.

Ada pula istri yang bekerja, sementara suami tidak perhatian sama keluarga atau kerap melakukan hal negatif.  

“Di sini (Tabanan) cukup tinggi, karena ada beberapa faktor penyebab yang didominasi oleh faktor ekonomi,” ungkap Sasmita saat dijumpai, Rabu (30/1/2019) sembari menyatakan untuk kasus yang disebabkan oleh perselingkuhan juga kerap terjadi sehingga berujung pada perceraian.

Dia menyebutkan, pada tahun 2018 lalu kasus yang masuk ke Tabanan'>PN Tabanan mencapai 300 lebih dengan rata-rata 30 kasus dalam sebulan. Hal ini pun dianggap sangat memprihatinkan. Dan dari data tersebut sebagian besar sudah putusan dan masih ada  dalam proses.

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved