Ternak 23 Ekor Jalak Putih dan Kakatua, Pria Asal Dawan Ini Tak Mampu Tunjukkan Izin

I Nengah Sudiarnawa (41), warga Desa Dawan Kelod, Klungkung harus diamankan oleh Satuan Reskrim Polres Klungkung, Kamis (31/1/2019).

Ternak 23 Ekor Jalak Putih dan Kakatua, Pria Asal Dawan Ini Tak Mampu Tunjukkan Izin
Polres Klungkung
23 ekor burung langka jenis jalak putih (Sturnu Melanopterus), dan seekor burung Kakaktua Putih Jabul Kuning (Cacatua Sulfhurea) yang diamankan Satreskrim Polres Klungkung, Jumat (31/1). Burung itu ditangkarkan oleh Nengah Sudiarnawa tanpa dokumen/izin penangkaran 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - I Nengah Sudiarnawa (41), warga Desa Dawan Kelod, Klungkung harus diamankan oleh Satuan Reskrim Polres Klungkung, Kamis (31/1/2019).

Ia diamankan karena kedapatan menangkar satwa dilindungi, tanpa dokumen resmi dari instansi terkait.

Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan menjelaskan, penangkapan terhadap Sudiarnawa dilakukan, Rabu (30/1/2019).

Ketika itu anggota kepolisian menerima informasi, jika Sudiarnawa menangkar beberapa burung langka di kediamannya.

"Kami langsung penyelidikan, dan langsung sambangi kediaman tersangka. Ternyata benar ada banyak burung jalak putih yang dipelihara tersangka," ungkap Mirza Gunawan.

Di kediamannya, Sudiarnawa memelihara 23 ekor burung Jalak Putih (Sturnu Melanopterus), dan seekor burung Kakaktua Putih Jambul Kuning (Cacatua Sulfhurea).

Namun ketika dimintai dokumen izin penangkaran satwa dilindungi tersebut, Sudiarnawa tidak dapat menunjukkannya.

Baca: Tim Pusat Penyelamat Satwa Bali Melepas Sejumlah Satwa Langka di Area Pura Luhur Besikalung

Baca: ‘Satwa Nusantara’ Bantu Warga Kembangkan Sektor Peternakan

Baca: Sepanjang Tahun 2018 JAAN Catat Ada 13 Kasus Perdagangan Satwa Dilindungi

"Kami lalu interogasi terkait kepemilikan satwa tersebut, namun yang bersangkutan tidak mempunyai sertifikat ataupun izin penangkaran," terang Mirza Gunawan.

Mendapati hal itu, satuan Sat Reskrim Polres Klungkung lalu mengamankan Sudiarnawa untuk dimintai keterangan. Petugas juga membawa serta burung-burung langka lengkap dengan kandangnya.

"Selain burung-burung itu, kami juga amankan dua buah sangkar yang terbuat dari besi. Serta tangkringan burung kakak tua yang juga terbuat dari besi," ungkapnya.

Sudiarnawa mengakui menernakkan burung-burung tersebut dan belum menjualnnya.

Atas perbuatannya, Sudiarnawa diancam pasal 21 ayat 2 yo pasal 40 ayat (4) UU RI no 5 Thn 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Saat ini burung-burung dilindungi itu dititip di BKSDA Bali.

"Tersangka tidak kami tahan, karena ancaman kurungan penjaranya juga kurang dari 2 tahun," ungkap Mirza Gunawan. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved