Pelestari Bahasa dan Aksara Bali Bakal Dapat Hadiah Uang Rp 100 Juta & Emas 25 Gram

Pemerintah Provinsi Bali akan memberikan penghargaan kepada siapa saja yang berjasa melestarikan dan memajukan bahasa, aksara, dan sastra Bali

Pelestari Bahasa dan Aksara Bali Bakal Dapat Hadiah Uang Rp 100 Juta & Emas 25 Gram
Tribun Bali/Wema Satya Dinata
Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Parta. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali akan memberikan penghargaan kepada perorangan atau kelompok dan lembaga yang dinilai berjasa terhadap upaya pelestarian dan pemajuan bahasa, aksara, dan sastra Bali.

Penerima penghargaan akan mendapatkan hadiah uang tunai Rp 100 juta dan lencana emas 22 karat seberat 25 gram.

Penghargaan yang dinamakan Bali Kerti Nugraha Mahotama itu akan diberikan kepada sebanyak-banyaknya tiga penerima.

Baca: Bulan Bahasa Bali Digelar Agar Generasi Muda Mengenal Warisan Budaya

Baca: Ngaku Dirampok, Darmawan Justru Gelapkan Uang Rp 80 Juta

Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Parta mengungkapkan bahawa penghargaan tersebut sudah dicantumkan dalam Perda dan juga sudah diturunkan dalam bentuk Pergub.

“Ini merupakan penghargaan pertama yang diberikan kepada mereka yang memiliki kepedulian terhadap bahasa, sastra dan aksara Bali. Mereka akan diberikan penghargaan emas minimal 25 gram dan uang tunai Rp 100 juta. Belum pernah ada penghargaan yang diberikan di Bali dengan keistimewaan seperti ini,” kata Parta saat ditemui di Taman Budaya Denpasar, Jumat (1/2/2019).

Disisi lain, pihaknya juga memberi apresiasi atas upaya yang dilakukan Pemprov Bali dengan terselenggaranya bulan bahasa Bali, serta para penyuluh Bahasa Bali untuk menjaga lontar-lontar di seluruh Bali.

Baca: Parkir di Pinggir Jalan, Ini yang Terjadi pada Motor Milik Warga Jawa Tengah

Baca: Elza Syarief Laporkan Farhat Abbas Terkait Dugaan Penipuan Rp 10 Miliar

“Saya membayangkan betapa susahnya menulis itu dan di Bali lebih dari 40 ribu lontar yang ada, masak kita sebagai generasi berikutnya merawat dan melestarikan saja tidak bisa, padahal leluhur dan orang tua kita membuat bersusah payah,” tutur politisi ASAP Gianyar ini.

Sambungnya, dalam Perda memang mengharuskan pelaksanaan bulan bahasa Bali digelar setiap tahun, dan bulan Februari ditetapkan sebagai bulan bahasa Bali.

“Pelaksanakan bulan Bahasa ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan, karena Perda baru disahkan tahun 2018 lalu,” ujarnya. (*).

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved