Gara-gara Utang Anggota TNI di OKU Timur Ditikam Hingga Tewas, Polisi: Bisa Kena Hukuman Mati

Sementara, Marlin adalah pelaku utama yang menewaskan Kopda ZE dengan menggunakan sebilah pisau.

Gara-gara Utang Anggota TNI di OKU Timur Ditikam Hingga Tewas, Polisi: Bisa Kena Hukuman Mati
Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, PALEMBANG - Kasus penikaman hingga menyebabkan Kopda ZE anggota Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (KODIKLATAD) Martapura -Baturaja akhirnya terkuak. 

Dikutip Tribun Bali dari Kompas.com, Sumarlin alias Marlin pelaku pembunuhan Kopda ZE anggota Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (KODIKLATAD) Martapura -Baturaja telah menyerahkan diri dan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polda Sumatera Selatan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, dari hasil pemeriksaan, pelaku Marlin nekat membunuh Kopda ZE lantaran korban memiliki utang kepadanya sebesar Rp 150 juta.

Saat bertemu Kopda ZE di acara pernikahan Desa Tanjung Raya, Kecamatan Belitang I,Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, Selasa (29/1/2019) pelaku langsung menusuk korban hingga tewas.

"Hasil pemeriksaan, pelaku hanya satu orang, yakni Marlin. Motifnya karena persoalan utang-piutang. Korban menurutnya punya utang kepada pelaku Rp 150 juta," kata Zulkarnain saat gelar perkara, Sabtu (2/2/2019).

Sumarlin alias Marlin (35) pelaku pembunuhan Kopda ZE anggota Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (KODIKLATAD) Martapura -Baturaja, ketika berada di Polda Sumsel, Sabtu (2/2/2019).
Sumarlin alias Marlin (35) pelaku pembunuhan Kopda ZE anggota Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Darat (KODIKLATAD) Martapura -Baturaja, ketika berada di Polda Sumsel, Sabtu (2/2/2019). (KOMPAS.com/AJI YK PUTRA)

Zulkarnain melanjutkan, empat orang yang sempat disebut pelaku hanya berupa saksi tanpa memiliki peran dalam kejadian itu.

Sementara, Marlin adalah pelaku utama yang menewaskan Kopda ZE dengan menggunakan sebilah pisau.

"Yang itu hanya teman pelaku hanya saksi. Karena tidak ada keterlibatan, kalau terlibat memegang kaki atau tangan korban itu baru bisa. Tapi hanya sekedar melihat," jelasnya.

Marlin pun diancam dijerat dengan tiga pasal sekaligus atas pembunuhan anggota TNI.

Ia dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved