Harga Bahan Baku Terus Melambung, Perajin Topi 'Capil' di Desa Nyalian Klungkung Menjerit

Harga bahan baku yang kian melambung membuat para pelaku UMKM, khususnya perajin capil di Klungkung kian kehilangan harapan

Harga Bahan Baku Terus Melambung, Perajin Topi 'Capil' di Desa Nyalian Klungkung Menjerit
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Nengah Suda (50) dan istrinya, Ni Nyoman Remi (45) sedang membuat capil (topi petani), saat ditemui di kediamannya di Dusun Pemenang, Desa Nyalian, Klungkung, Jumat (1/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Waktu masih menunjukkan pukul 06.30 Wita, Jumat (1/2/2019).

Namun, Nengah Suda (50) dan isrinya, Ni Nyoman Remi (45) sudah sibuk memilih janur kering yang akan mereka gunakan untuk membuat capil (topi) petani.

Mereka merupakan satu dari sedikit perajin capil di Dusun Pemenang, Desa Nyalian, Banjarangkan, Klungkung yang sampai saat ini masih bertahan.

Harga bahan baku yang kian melambung membuat para pelaku UMKM ini kian kehilangan harapan. Penghasilan mereka menurun drastis.

"Bahan baku sudah sulit dicari. Belum lagi kalau beli, harganya sangat mahal sekarang," keluh Ni Nyoman Remi.

Ibu tiga anak itu menjelaskan beberapa bulan lalu ia membeli satu ikat janur yang berisi 50 batang janur. Harganya sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu.

Baca: Kerajinan Ulat Pandan Ikon Desa Tumbu Karangasem, Warisan Leluhur Sejak Abad ke-18

Tapi saat ini harga janur sudah mencapai Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu.

Usaha mereka terasa semakin sulit karena kini sebagian besar janur yang didatangkan dari luar Bali, yakni dari Lombok dan Pulau Jawa, kualitasnya kurang bagus untuk dijadikan capil. Ukurannya pun terbilang cukup pendek.

Persoalan ini membuat perajin capil merasa dilema. Saat harga bahan baku meroket, harga jual capil justru stagnan.

Perajin tidak berani menaikkan harga karena khawatir pelanggannya berpaling ke tempat lain. Terlebih kerajinan anyaman capil ini tidak hanya ada di Klungkung saja, melainkan juga di kabupaten lainnya.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved