Hari Raya Imlek

Seni Barongsai Butuh Ruang Kompetisi untuk Berprestasi

Terlepas dari kepopulerannya, ternyata kesenian barongsai ini tak memiliki banyak gaung di Bali

Seni Barongsai Butuh Ruang Kompetisi untuk Berprestasi
Tribun Bali/M Ulul Azmy
Perkumpulan Barongsai Naga Dewata (Shenlong) saat latihan untuk menyambut Hari Raya Imlek, Sabtu (2/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Perayaan Imlek identik dengan penampilan tarian Barongsai.

Terlepas dari kepopulerannya, ternyata kesenian yang diresmikan sejak zaman Gus Dur ini tak memiliki banyak gaung di Bali.

Banyak dari para pegiat barongsai di Bali bertahan hidup hanya dengan 'ngamen' ke sana ke mari, tapi minim prestasi.

Seperti dialami Perkumpulan Barongsai Naga Dewata (Shenlong) Sibang Kaja.

Dikatakan Ang Liong Hoen selaku pembina perkumpulan, selama lima tahun berdiri, perkumpulan ini jarang mengenyam ajang kompetisi.

Padahal prestasi itu perlu.

Dalam meraih prestasi, kata dia, otomatis memerlukan ruang kompetisi.

Ditambah, para pegiat barongsai adalah anak-anak muda dan remaja yang penuh semangat dalam mengukir prestasi.

"Sayangnya, tidak ada perhatian pemerintah dalam hal ini. Itu yang ingin kami dorong mulai sekarang," ungkapnya kepada Tribun Bali ditemui di sela latihan barongsai, Sabtu (2/1/2019).

Baca: Mengenal Seni & Budaya Pulau Dewata dengan Berkunjung ke 3 Museum Ini

Baca: Pameran Bahan Bangunan, Interior dan Karya Arsitektur Kembali Digelar dan Diikuti 40 Perusahaan

Selama ini, kesenian barongsai di Bali hanya berkisar pada acara hiburan dan perayaan Imlek.

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved