Petinggi Ormas Diamankan Sat Reskrim Polres Tabanan, Ini Kronologi Lengkapnya

Petinggi Ormas Diamankan Sat Reskrim Polres Tabanan, Ini Kronologi Lengkapnya

Petinggi Ormas Diamankan Sat Reskrim Polres Tabanan, Ini Kronologi Lengkapnya
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Garis polisi melintang di areal menuju TKP Villa Botanical Private di Banjar Pangkung, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan, Senin (4/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN– Seorang petinggi ormas di wilayah Tabanan berinisial Gusti MA (55) diamankan Polres Tabanan dengan laporan dugaan penggelapan gaji salah satu karyawan di Botanical Private Villa di Banjar Pangkung, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan.

Polisi pun mengakui sudah memeriksa enam saksi terkait kasus ini.  

Kasatreskrim Polres Tabanan, AKP Decky Hendra Wijaya membenarkan, Gusti MA sudah diamankan di Polres Tabanan.

Baca: Kecelakaan Beruntun, Made Raditya Tewas Bersimbah Darah di Jalanan, PickUp Langgar Traffic Light

Gusti MA diduga melakukan penggelapan yang dilakukan pada bulan Juli dan Agustus 2018 lalu.

“Iya sudah kami amankan di Polres Tabanan, dia (pelaku) dilaporkan dugaan penggelapan,” katanya.

Awalnya, kata dia, seorang saksi berinisial PS sempat meminta bantuan kepada Gusti MA untuk mencarikan seorang tukang kebun untuk di villanya (TKP) pada November 2017 silam. 

Baca: Gadis SMP Dijadikan Budak Seks Oleh Ayah Kandungnya, Sang Anak: Itu Dilakukan Rutin Setiap Bulan

Hingga akhirnya, terlapor menyarankan seorang tukang kebun I Ketut S (Korban) dengan upah Rp 1,5 Juta per bulan ditambah dengan uang kehadiran Rp 15 ribu.

Hal tersebut pun disetujui. Dan setiap bulannya, upah tukang kebun tersebut ditransfer melalui rekening milik terlapor oleh PS.

Hingga akhirnya, pada September 2018, Ketut S ini justru mengaku belum menerima upah selama dua bulan (Juli dan Agustus). 

Baca: Video Mesum Sejoli SMA Durasi 2 Menit 57 Detik Viral di WhatsApp, Sosok ini yang Ambil Ponsel

Mendengar informasi tersebut, PS pun kemudian menanyakan kebenarannya kepada Gusti MA (pelaku), dan dijawab memang benar bahwa gaji masih direkening dan belum diberikan kepada Ketut S, lantaran pelaku tidak suka dengan Ketut S karena jarang hadir. 

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved