Kunjungan Wisatawan China Menurun, Penyedia Jasa Water Sport Lirik Pasar India

Kunjungan wisatawan China ke objek water sport di kawasan Tanjung Benoa mengalami penurunan

Kunjungan Wisatawan China Menurun, Penyedia Jasa Water Sport Lirik Pasar India
Tribun Bali/Noviana Windri Rahmawati
Suasana BMR Dive & Watar Sport pada saat libur Imlek 2019, Benoa, Kuta Selatan, Selasa (5/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kunjungan wisatawan China ke objek water sport di kawasan Tanjung Benoa mengalami penurunan.

Pada Imlek tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu, penurunan mencapai 30 hingga 40 persen.

Hal ini membuat penyedia jasa water soport mulai melirik pasar lain terutama India. 

Baca: Waspada, Ternyata Flu Dapat Meningkatkan Kemungkinan Terkena Stroke

Baca: Ramalan Zodiak Rabu, 6 Februari 2019: Capricorn Mulai Panik, Leo Bingung

"Bulan Januari ini dibandingkan dengan bulan Desember sedikit mengalami penurunan. Tapi di akhir Januari 2019 menjelang Imlek mulai ada peningkatan 10-20 persen dari normalnya yang di bulan Januari. Kalau bisa dibilang dari Imlek tahun lalu kunjungan wisatawan China jauh turunnya sekitar 30-40 persen," ucap Operasional Manajer Benoa Marine Recreation (BMR), Alit Juni Artawan, Selasa (5/2/2019).

Ia mengungkapkan, pada Imlek tahun lalu, spesial booking khusus Imlek bisa mencapai 2000-3000.

Namun Imlek tahun 2019, spesial booking justru nihil.

Baca: Sambangi Desa Hingga Bedeng Galian C, Polisi Selidiki Orangtua Pembuang Bayi Laki-laki di Kusamba

Baca: Cerita Soal Ahmad Dhani, Mulan Jameela Menangis di ILC: ‘Pasti Sedih, Saya Kecewa’

"Biasanya menjelang Imlek sudah ada booking 2000-3000 pax. Cuma tahun ini nihil tidak ada booking-an. Biasanya sebulan sebelum Imlek mereka sudah booking," keluh pria yang bekerja di penyedia jasa water sport tersebut.

Menurunnya jumlah wisatawan China membuat pihaknya mencari pasar lain dengan menyasar wisatawan lokal, Arab dan India.

Baca: Cerita Soal Ahmad Dhani, Mulan Jameela Menangis di ILC: ‘Pasti Sedih, Saya Kecewa’

Baca: Pelatih Bali United Segera Eliminasi Pemain, Teco: Satu Posisi Ideal Diisi Dua, Lini Belakang Tiga

"Kami cari pasar lain kayak wisatawan lokal, Arab dan India yang masih senang berwisata air. Kalau pasar Eropa tidak terlalu berharap. Yang kami harapkan itu pasar India," tutupnya.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali pada November 2018, kunjungan wisatawan China turun 37,51 peren.

Ternyata hal ini berbanding lurus dengan penurunan jumlah kunjungan wisatawan China untuk menikmati water sport di kawasan Tanjung Benoa. (*)

Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved