300 Krama Subak Penasan Bersihkan Material Longsor dengan Alat Seadanya

Para petani di Subak Penasan melakukan pembersihan material longsor yang menimbun aliran sungai Celagi, di perumahan Penasan, Kamis (7/2/2019).

300 Krama Subak Penasan Bersihkan Material Longsor dengan Alat Seadanya
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Para petani di Subak Penasan melakukan pembersihan material longsor yang menimbun aliran sungai Celagi, di perumahan Penasan, Kamis (7/2/2019). 

TRIBUN-BALI, SEMARAPURA - Para petani di Subak Penasan melakukan pembersihan material longsor yang menimbun aliran sungai Celagi, di perumahan Penasan, Kamis (7/2/2019).

Proses pembersihan dilakukan swadaya yang melibatkan sekitar 300 krama Subak Penasan dengan menggunakan alat seadanya.

Beratnya medan dan tebalnya material longsor yang terdiri dari tanah dan batu -batu besar menyebabkan proses pembersihan berjalan lambat.

Mengatasi hal ini, Wabup Klungkung Made Kasta lantas menerjunkan petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penyemprotan dengan tekanan air yang keras untuk memudahkan pembersihan.

Setelah berjuang selama sekitar satu jam, aksi petugas damkar yang didukung tiga unit mobil Damkar ternyata tidak mampu membersihan material untuk menemukan lorong air yang tersumbat tersebut.

Plt. Kadis PU PRPKP Nyoman Susanta mengatakan, tebalnya material menyebabkan beratnya proses pembersihan saluran tersebut.

Pihaknya bahkan pernah menerjunkan excavator, namun karena medan yang sangat terjal serta tanah yang sangat labil, menyebabkan alat tidak dapat bekerja maksimal.

Atas persoalan ini, Wabup Made Kasta lantas memerintahkan Dinas PU Pera untuk kembali menerjunkan alat berat berupa loader atau excavator, namun melalui jalur selatan dengan melewati jalur sungai yang sedang kering.

Baca: Longsor Ancam 9.260 Jiwa di Desa Susah Sinyal, Karangasem Urutan Pertama Zona Rawan Longsor di Bali

Baca: Air Sungai Celagi Tak Bisa Mengalir ke Subak, 53 Hektar Padi di Klungkung Terancam Gagal Panen

Baca: TRIBUN WIKI - Melukat di Klungkung & Karangasem, Patirtaan Tadah Uwuk Sembuhkan Penyakit Kutukan

“ Jika kita melakukan pembersihan dengan cara manual seperti ini, maka akan memakan waktu sangat lama, kasihan mereka para petani Subak Penasan yang sawahnya mengalami kekeringan akibat longsor ini. Tapi tadi saya sudah perintahkan kembali untuk terjunkan alat berat namun melewati aliran sungai ini sehingga alat berat tersebut berada di posisi yang aman dan nantinya dapat bekerja dengan maksimal,” ujar Wabup Kasta.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, longsor yang terjadi pada hari Senin (21/1/2019) lalu ini, menyebabkan saluran air tersumbat material longsor.

Akibatnya lahan Subak Penasan seluas 154 hektar tidak mendapatkan aliran air sejak 18 hari lalu.

Kelihan Subak Penasan Komang Arthana menjelaskan, luasan areal persawahan yang mulai ditanami padi sekitar 53 hektar.

Jika ini tidak kunjung diatasi, areal sawah petani tidak mendapat saluran irigasi. Sehingga petani terancam gagal panen.

"Jika padi ini tidak dapat aliran air irigasi, tentu pengaruh ke volume produksinya. Tapi jika kondisinya lama dibiarkan seperti ini, bisa-bisa petani terancam gagal panen," jelas Artana. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved