BPJS Kesehatan Denpasar

JKN-KIS Pahlawan Jantungku

Herry Soegeng Pribadi (50) adalah peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) kelas 2

JKN-KIS Pahlawan Jantungku
BPJS Kesehatan Denpasar
Herry Soegeng Pribadi. 

TRIBUN-BALI,COM, DENPASAR - “Awalnya saya takut jika harus dirawat dan mendapatkan pelayanan di Rumah Sakit, darimana biayanya? Pasang ring jantung kan sangat mahal. Ini yang selalu ada di benak saya. Tetapi saya lega karena ternyata semua pengobatan dijamin program JKN-KIS, saya jadi tenang karena tidak harus memikirkan hal tersebut lagi," ujar Herry Soegeng Pribadi.

Herry Soegeng Pribadi (50) yang akrab disapa Herry adalah peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) kelas 2.

Herry yang memiliki perawakan tinggi dan kekar ini merupakan salah satu angota kepolisian di Polda Bali.

Baca: Inilah Arti ‘Lelaki Sejati’ Menurut Jokowi

Baca: Seleksi PPPK Dibuka 8 Februari 2019, BKN akan Pastikan Validitas Data Eks Tenaga Honorer K2

“Awalnya saya berobat ke klinik atas ajakan istri karena saya sering keluar. Sebelumnya saya sempat dipijat dan perkiraan dari tukang pijat saya terkena angin duduk. Sungguh di luar dugaan setelah diperiksa dan dilaksanan tes EKG ternyata ada 3 penyumbatan di jantung saya, hingga akhirnya saya langsung dirujuk ke Rumah Sakit tipe A di Bali untuk dilakukan operasi pemasangan ring jantung,” kenang Herry.

Ring jantung atau cardiac stent adalah sebuah alat kecil yang dimasukkan ke pembuluh darah koroner jantung di bagian yang tersumbat.

Sumbatan tersebut umumnya berasal dari terbentuknya plak (plak dari tumpukan lemak atau kolesterol, yang disebut aterosklerosis).

Baca: Pakai Fitur GPS saat Berkendara Bisa Kena Denda Tilang Hingga Rp 750.000 atau 3 Bulan Kurungan

Baca: Istri Menyesal Laporkan Ismaya ke Polisi, Ngaku Terjadi di Luar Kendali, Diduga Gangguan Niskala

Dengan dipasang ring maka pembuluh darah yang tertutup akibat plak bisa kembali terbuka sehingga suplai darah bisa kembali lancar dan mencegah terjadinya serangan jantung.

Herry menambahkan, dia menjalankan 3 kali operasi pemasangan ring dengan jarak masing-masing 1 bulan.

Setelah operasi ketiga pun Herry tetap check up setiap bulan dan tidak dikenakan biaya sepeserpun.

Betapa bersyukurnya Herry karena keadaannya semakin hari semakin sehat dan dapat bekerja dengan semestinya.

Baca: Sugiarto Wiharjo, Buron Kasus Korupsi APBD Lampung Timur Rp 108 Miliar Ditangkap di Bali

Baca: BBPOM Denpasar: 76 Persen Iklan Obat Tradisional Menyesatkan

“Program JKN-KIS telah membantu membuat saya kembali sehat. Pelayanannya pun bagus. Kalaupun harus menunggu antrean menurut saya itu wajar saja, namanya juga area pelayanan publik. Saya  suka kesal jika masih ada peserta JKN-KIS yang meremehkan program ini dan mengganggap prosesnya ribet, padahal tidak ada yang ribet jika kita bisa bersabar dan sesuai prosedur pasti akan terlayani dengan baik seperti yang sudah saya alami,” ungkap Herry menyampaikan keluh kesahnya saat disambangi tim jamkesnews ke kantornya.

Herry juga berharap program JKN-KIS ini akan selalu ada untuk seluruh penduduk Indonesia, karena program ini sangat penting.

Bermanfaat bagi peserta yang sakit, dan memberi kesempatan kepada peserta yang sehat untuk membantu peserta yang sakit.

Di sinilah letak gotong royong program JKN-KIS.  (*)

Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved