BPJS Kesehatan Klungkung

Aska Si Balita Lucu yang Lahir dari Kartu JKN-KIS

Seluruh keluarganya telah merasakan manfaat dari JKN-KIS, terkhusus Aska yang dari dalam kandungan hingga berusia setahun

Aska Si Balita Lucu yang Lahir dari Kartu JKN-KIS
BPJS Kesehatan Klungkung
Aska dan sang ibu. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Aska, si balita lucu anak dari pasutri Dewa Gde Agung Darmayasa dengan Dewa Ayu Listyawati merupakan salah satu balita yang tumbuh kembangnya ditemani oleh JKN-KIS.

Senyumnya nampak semringah menyambut candaan dari kedua orang tuanya.

Hal ini menjadi salah satu rasa syukur orang tuanya kepada Tuhan atas kebahagiaan yang berlimpah kepada keluarganya yang dilengkapi dengan kesehatan si kecil Aska.

Hal lain yang disyukuri kedua orang tuanya adalah keberadaan program JKN-KIS.

Hal ini menjadi tidak berlebihan ketika ia bercerita tentang pengalamannya menggunakan JKN-KIS, Senin (4/2/2019).

Baca: Vonis 12 Tahun Penjara untuk Onny, Terlibat Peredaran Narkotika Jaringan Afrika

Baca: Ditanya Boy William Soal Menikah Lagi, Begini Jawaban Gisel

Keluarga yang tinggal di Banjar Triwangsa, Desa Siangan, Kabupaten Gianyar ini ingin menjadi salah satu dari sekian banyak peserta JKN-KIS yang ingin program JKN-KIS ini dapat berlanjut dan ada selamanya karena sangat berpihak kepada masyarakat.

Seluruh keluarganya telah merasakan manfaat dari JKN-KIS, terkhusus Aska yang dari dalam kandungan hingga berusia setahun ini menjadi anak yang lucu tidak terlepas dari peran JKN-KIS.

Hal ini dimulai sejak kedua orang tuanya rutin melaksanakan kontrol ketika Aska berada di dalam kandungan hingga lahir, dan beberapa kali dirawat inap di salah satu rumah sakit di Kabupaten Gianyar karena menderita sesak dan demam.

Baca: Ini 3 Tantangan PMI Kota Denpasar Tahun 2019, dari Donor Darah hingga Bentuk Tim Sibad

Baca: Setiap Armada Harus Dilengkapi Tong Sampah, Suwirta Evaluasi Program Angkutan Siswa Gratis

“Sejak anak kami masih dalam kandungan kami memohon petunjuk kepada petugas BPJS Kesehatan tentang jaminan JKN-KIS, hingga ia lahir dan menjalani beberapa kali rawat inap di rumah sakit, kami terbiasa ditemani JKN-KIS, hingga kami merasa kesehatan kami terjamin sepanjang masih memiliki JKN-KIS ini,” ungkap Degung sapaan akrab ayah dari si kecil Aska.

Menurutnya, JKN-KIS sebenarnya telah mengobatinya sebelum anaknya masuk rumah sakit, sebelum ada JKN-KIS, tentu orang-orang akan berpikir keras ketika sakit, karena untuk berobat tentu memerlukan biaya yang tidak jarang cukup memberatkan sehingga merasakan dua kali sakit.

Tetapi dengan adanya program JKN-KIS yang berpihak kepada rakyat ini, tentu menjadi sebuah obat awal yang dapat mengurangi beban sakit yang dirasakan.

Baca: Terkenal Sadis Dan Resahkan Masyarakat, Ternyata Geng 69 Menangis Di Hadapan Orangtuanya

Baca: Tak Bayar Pajak hingga Rp 1 M Lebih, Tempat Usaha di Seminyak Dipasang Spanduk Peringatan

“Saya sendiri seorang pekerja perusahaan, JKN-KIS yang saya punya adalah jaminan dari perusahaan dengan perhitungan iurannya tidak pernah saya pedulikan ketika saya telah merasakan manfaatnya, coba kita bayangkan ketika saudara kita yang kurang mampu, alangkah terbantunya mereka ketika sakit seperti yang kami alami,” Imbuhnya.

Dari pengalamannya itu, ia merasakan program JKN-KIS ini memang menjadi kebutuhan wajib bagi masyarakat Indonesia, menurutnya tidak perlu menunggu sakit untuk merasakan manfaatnya.

Cukup sadari bahwa sedikit uang yang kita bayarkan sebagai iuran perbulan menjadi penyelamat bagi sekian juta saudara kita se-Indonesia, yang mengalami sakit dan menyerahkan jaminan pembiayaan pengobatannya kepada JKN-KIS.

Ia berharap senyum anaknya cukup memberikan bukti dan membantu seluruh masyarakat sadar bahwa kita akan selalu merasa sehat sepanjang masih memiliki JKN-KIS. (*)

Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved