Bali United

Teco: Jika Tak Kebobolan, Bali United Punya Kans Menang

Pelatih Bali United Stefano Cugurra Teco, tak pernah menerapkan sepak bola menyerang atau bertahan.

Teco: Jika Tak Kebobolan, Bali United Punya Kans Menang
Tribun Bali/Rizal Fanany
Pelatih Bali United Teco mengawasi latihan perdana penggawanya di Stadion Gelora Samudra, Kuta, Selasa (15/1/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pelatih Bali United Stefano Cugurra Teco, tak pernah menerapkan sepak bola menyerang atau bertahan.

Dalam sepak bola modern yang diyakininya, sepak bola kini mengandalkan kinerja team work pemain.

Menyerang dan bertahan dilakukan bersama. Hal itu terlihat dalam tiga pekan latihan yang dilakukan bersama Bali United.

Dalam sesi latihan di Gelora Trisakti Legian, Kamis (7/2) sore, Teco memberikan program bertahan saat hilang bola dan saat set piece.

"Hari ini kami latihan bola mati saat menyerang dan bertahan. Tim harus tahu waktu kita tidak kebobolan.
Kita punya kans untuk menang dalam pertandingan," tegas Coach Teco, Kamis (7/2).

Baca: Pelatih Bali United Segera Eliminasi Pemain, Teco: Satu Posisi Ideal Diisi Dua, Lini Belakang Tiga

Menurut dia, yang bertahan bukan empat pemain di belakang atau pemain gelandang bertahan saja.

"Para penyerang sudah harus bertahan saat tim kehilangan bola. Saat bola mati juga mereka harus bertanggung jawab di masing-masing area. Harus man to man, harus marking lawan," jelas Teco.

Pelatih asal Brasil ini, mengatakan, meski pemain menyerang dia harus tanggung jawab.

" Karena waktu hilang bola, semua dalam tim sudah harus mulai bertahan, "katanya.

Rutin Set piece dan Finshing

Teco juga sangat sering memberikan program set piece atau bola mati dilanjutkan dengan finishing. Hal ini bertujuan membiasakan pemain agar secara otomatis berjalan saat pertandingan.

"Pertama supaya yang krosing bola Harus tahu kemana ia harus krosing. Ke posisi area mana. Begitu juga pemain dalam area, ia Harus tahu memposisikan di area mana menyambut krosing agar dia dapat bola," kata Teco.

Dia mengatakan, Dan di mana area team work, untuk bisa mendapat posisi heading bola. Ia mencontohkan dua laga di Piala Indonesia, skema itu berjalan.

" Di Piala Indonesia, kita bisa mencetak dua gol dari bola mati.  Tapi dalam latihan ini kita harus terus perbaiki dan tingkatkan," ujarnya. (*)

Penulis: Marianus Seran
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved