278 Guru Honorer Eks K2 Akan Berebut 53 Formasi PPPK Guru di Denpasar

Formasi untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap pertama di Kota Denpasar telah diumumkan.

278 Guru Honorer Eks K2 Akan Berebut 53 Formasi PPPK Guru di Denpasar
Instagram/ @cpnsindonesia
PPPK 2019 Tahap 1 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Formasi untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap pertama di Kota Denpasar telah diumumkan.

 
Mengacu pada surat yang diterima dari Menpan RB, Kota Denpasar mendapat sebanyak 59 formasi yang terdiri atas 53 formasi guru dan 6 orang formasi untuk Penyuluh Pertanian.

 
Dikonfirmasi, Sabtu (9/2/2019) siang, Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Denpasar, I Wayan Sudiana mengatakan untuk formasi guru ditujukan untuk eks tenaga honorer kategori 2 baik di jenjang pendidikan Sekolah Dasar maupun Sekolah Menengah Pertama di Kota Denpasar.

 
"Setelah kami lakukan pendataan, di Kota Denpasar terdapat sebanyak 278 orang eks tenaga honorer K2," kata Sudiana.

Sehingga untuk formasi guru, 278 orang akan memperebutkan 53 formasi.

Baca: Puluhan Pegawai Eks K2 Tidak Penuhi Syarat Pendaftaran PPPK

Baca: 82 Tenaga Honorer Pemprov Bali Diusulkan menjadi PPPK, Begini Tanggapan Kepala BKD

Baca: Ini 3 Tantangan PMI Kota Denpasar Tahun 2019, dari Donor Darah hingga Bentuk Tim Sibad

 "Saat ini kami sedang melakukan persiapan untuk pendaftaran. Karena diminta sesuai jadwal, tanggal 1 Maret sudah ada hasilnya," katanya.

 
Ia menambahkan tahapan seleksi PPPK ini dimulai dari pengumuman formasi yang dilaksanakan tanggal 8-16 Februari 2019, cek data peserta dan verifikasi tanggal 8-10 Februari 2019, pendaftaran peserta 10-16 Februari 2019, verifikasi administrasi tanggal 10-17 Februari.

 
Pendaftaran dilakukan lewat website sscasn.bkn.go.id. 

 
Untuk tes PPPK ini menurut Sudiana sama dengan tes penerimaan CPNS, hanya saja menggunakan CAT UNBK.

 
Selain itu, seleksi PPPK ini juga ada wawancara lewat CAT.

 
"Ini mirip dengan tes CPNS tapi menggunakan CAT UNBK, bukan CAT BKN. Selain itu ada tes wawancara yang dilakukan lewat CAT juga," imbuhnya.

 
Untuk pelaksanaan tesnya, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan sekolah yang memiliki sistem CAT UNBK.

 
"Kemungkinan kita akan meminjam tempat di SMPN 1 Denpasar, SMPN 3 Denpasar, atau jajaki ke SMKN 1 Denpasar yang punya CAT UNBK," katanya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved