Dua Klian Banjar di Jembrana Sebentar Lagi Disidang, Terjerat Dugaan Korupsi Santunan Dana Kematian

Kedua pria yang menjabat klian banjar ini terlibat kasus korupsi Santunan Dana Kematian, ratusan juta

Dua Klian Banjar di Jembrana Sebentar Lagi Disidang, Terjerat Dugaan Korupsi Santunan Dana Kematian
KOMPAS.com
ilustrasi korupsi 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - I Dewa Ketut Artawan (52) warga Banjar Sarikuning Tulungagung, Desa Tukadaya, Melaya dan I Gede Astawa (48) warga Banjar Munduk Ranti Desa Tukadaya, Melaya, Jembrana akan segera menjalani persidangan.

Kedua pria yang menjabat klian banjar ini terlibat kasus korupsi Santunan Dana Kematian, ratusan juta.

Kasi Pidsus Kejari Jembrana, Ivan Praditya Putra mengatakan, Rabu (6/2/2019), pihaknya sudah melakukan pelimpahan ke Pengadilan Tipidkor Denpasar.

Delapan jaksa ditunjuk untuk kasus ini. Kedua tersangka kini masih ditahan di Rutan Kelas IIB Negara.

"Sudah dilimpahkan, Rabu kemarin kami limpahkan," ucap Ivan, Jumat (8/2/2019).

Ivan menyebutkan, keduanya dijerat Pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana Jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Baca: Warga Masih Hidup Masuk Berkas Santunan Kematian, 2 Pejabat di Jembrana Terseret Kasus Korupsi

"Untuk menyangkut segala tekhnis persidangan dan lain sebagainya, nanti biar dibuktikan dalam persidangan. Nanti akan dijelaskan di sidang saja semua detilnya," bebernya.

Kasi Pelayanan Tahanan Rutan Negara, Nyoman Tulus Sedeng mengatakan, dua tahanan itu masih ditahan berbaur bersama tahanan lain.

Mereka berstatus tahanan Kejari Negara hingga tanggal 13 Februari 2019. Keduanya sudah dititip di Rutan sejak 24 Januari lalu.

Baca: Dugaan Korupsi Santunan Kematian di Jembrana, Orang Hidup Dilaporkan Meninggal

“Karena statusnya masih tahanan titipan, berbaur dengan tahanan yang lain,” ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved