Moeldoko Beberkan Awal Mula Terbitnya Remisi Bagi Pembunuh Wartawan di Bali

Moeldoko menjelaskan, pihak Susrama telah mengajukan remisi ke pihak Lembaga Pemasyarakat yang diteruskan ke Kantor Wilayah Kemenkumham.

Moeldoko Beberkan Awal Mula Terbitnya Remisi Bagi Pembunuh Wartawan di Bali
Tribun Bali/Rino Gale
Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal TNI (Purn.) Dr Moeldoko, menjelaskan penerapan ekonomi digital untuk kajuan desa, dalam seminar Bakti Desa IV yang digelar Universitas Udayana, Jimbaran, Bali, Jumat (31/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Polemik pemberian remisi terhadap pelaku pembunuhan Jurnalis Radar Bali, I Nyoman Susrama memantik kritik dan aksi menolak dari kalangan jurnalis. 

Menanggapi hal tersebut, seperti dikutip Tribun Bali dari Kompas.com, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menjelaskan alasan pemerintah sempat mengeluarkan remisi bagi I Nyoman Susrama, pembunuh wartawan, yang kemudian dibatalkan oleh Presiden Joko Widodo.

Moeldoko menjelaskan, pihak Susrama telah mengajukan remisi ke pihak Lembaga Pemasyarakat yang diteruskan ke Kantor Wilayah Kemenkumham.

Pengajuan tersebut kemudian diteruskan lagi ke Dirjen Pemasyarakatan hingga akhirnya ke meja Menkumham Yasonna Laoly.

"Pengajuan remisi terhadap Susrama datang bersamaan dengan puluhan narapidana lainnya yang kasusnya berbeda-beda," ujar Moeldoko dalam siaran pers, Sabtu (9/2/2019).

Baca: Remisi Pembunuh Jurnalis di Bali Dibatalkan, Begini Komentar Presiden Jokowi

Yasonna menyetujui remisi itu lantaran telah memenuhi syarat-syarat yang diatur dalam undang-undang.

Oleh sebab itu, berkas permohonan remisi Susrama pun diteruskan kepada Presiden Jokowi untuk dibuatkan surat Keputusan Presiden.

Moeldoko menjelaskan, biasanya, Kemenkumham memberikan label merah, kuning, hijau untuk berkas permohonan yang perlu mendapatkan atensi lebih dari Presiden.

"Namun ketika itu, remisi Susrama tidak diberi label itu, karena pemberian (remisi dianggap) telah sesuai prosedur," kata Moeldoko.

Selanjutnya, terbitlah surat Keputusan Presiden Nomor 29 Tahun 2018 yang memuat remisi bagi Susrama.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved