Ni Nengah Menuh yang Hanya Bisa Terbaring Ini Didatangi Tim dari Pemprov Bali

Tribun Bali pada Kamis (7/2/2019) pernah memberitakan harapan seorang anak yang ibunya menderita stroke, dan tidak punya biaya berobat.

Ni Nengah Menuh yang Hanya Bisa Terbaring Ini Didatangi Tim dari Pemprov Bali
Dok Pemprov Bali
Ni Nengah Menuh mendapat pemeriksaan kesehatan dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kamis (8/2/2019) 

TRIBUN-BALI.COM - Tribun Bali pada Kamis (7/2/2019) pernah memberitakan harapan seorang anak yang ibunya menderita stroke, dan tidak punya biaya berobat.

Warga yang kurang mampu tersebut bernama Ni Nengah Menuh beralamat di banjar Palasan Tumbu, Desa Tumbu, Karangasem, Bali.

Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Sosial Provinsi Bali melakukan respon cepat terkait berita yang beredar.

Baca: Tolong Beri Ibu Saya Tanggungan Kesehatan, Tak Sanggup Berobat, Hanya Terbaring di Kamar Pengap

Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Karangasem, Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk segera mengirim tim untuk memberikan bantuan sementara kepada yang bersangkutan.

Ketika dihubungi via telepon di kantornya Dewa Gede Mahendra Putra Jumat (8/2/2019) membenarkan bahwa tim yang terdiri dari Dinas Sosial Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Dinas Sosial kabupaten Karangasem telah turun ke lapangan untuk mengecek kebenaran berita tersebut dengan membawa bantuan sementara berupa, sembako, beras sejumlah uang dan mengajak tim medis untuk melakukan pemeriksaan medis terhadap Menuh.

Mahendra juga menjelaskan dari hasil pengecekan petugas Pustu Sraya Barat dapat diketahui bahwa yang bersangkutan sesuai dengan alamat kartu tanda penduduk (KTP) beralamat di Banjar Dauh Pangkung, Seraya Barat akan tetapi tinggal di Banjar Palasan Desa Tumbu, Karangasem.  

"Informasi dari Kepala Dusun Dauh Pangkung mengatakan bahwa kasus ini sudah pernah dilaporkan ke Dinas Sosial dan Dinas Sosial sudah pernah turun ke lokasi, pasien mempunyai jaminan kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan sudah tiga kali masuk rumah sakit.  Karena merasa kondisi kesehatannya dirasakan tidak ada perubahan dan kondisi ekonomi yang kurang serta tidak memiliki biaya untuk rawat inap, maka pasien menolak untuk rawat inap di rumah sakit,” jelas Mahendra.

Mahendra menambahkan bahwa Tim medis juga melakukan pengecekan secara fisik apakah penderita memiliki kemungkinan diberikan bantuan kursi roda.

Koordinasi dengan Dinas Kesehatan kab. Karangasem agar penderita bisa mendapat perawatan secara rutin dengan kunjungan ke rumah secara periodik oleh petugas Puskesmas setempat serta meminta agar dikirim tim fisioterapi untuk memulihkan kondisi fisiknya.

“Mudah-mudahan dengan usaha yang telah dilakukan pemerintah, bisa meringankan beban dari keluarga Nengah Menuh,” pungkas Mahendra. 

Halaman
12
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved