PMI CENTER Segera Dibangun, UTD Akan Bersertifikasi

Wakil Ketua 1 PMI Bali, dr. Lanang Rudiarta sebut rencana pembangunan PMI Center akan dibangun pada tahun 2019,

PMI CENTER Segera Dibangun, UTD Akan Bersertifikasi
Tribun Bali/Noviana Windri
dr. Lanang Rudiarta, Wakil Ketua 1 PMI Bali (kiri) didampingi I Made Sudhana Satrigraha, Ketua PMI Kota Denpasar (kanan) saat ditemui Tribun Bali di Gedung Dharma Wanita Shanti Graha, Denpasar, Bali, Jumat (8/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wakil Ketua 1 PMI Bali, dr. Lanang Rudiarta sebut rencana pembangunan PMI Center akan dibangun pada tahun 2019, dan saat ini sedang tahap peninjauan lokasi.

"Bapak Gubenur sudah meninjau markas PMI di Bali. Beliau sepakat akan mendukung pembangunan markas PMI dan Dispo Center. Di sana tempat pelatihan, pengambilan darah juga di sana. Jadi Unit Transfusi Darah (UTD) di sana. Jadi itu yang dimaksud PMI Center markas 24 jam. Bapak Gubernur sih rencanakan 2019. Kita sedang menjajaki lokasi untuk itu," papar Wakil Ketua 1 PMI Bali di Gedung Dharma Wanita Shanti Graha, Denpasar, Bali, Jumat (8/2/2019).

Sementara, Gubernur Koster janjikan akan beri anggaran sebanyak Rp 4-5 miliar untuk Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali pada Musyawarah Kerja Provinsi (Mukerprov) PMI Bali 2018 lalu.

"Anggarannya sepenuhnya akan dibantu oleh Bapak Gubernur. Beliau rencanakan akan beri 5 milyar. Mudah-mudahan tidak berkurang gitu ya," tambah dr. Lanang Rudiarta.

Unit Transfusi Darah (UTD) disebutkan akan diberikan sertifikasi jika pengolahan darah sudah sesuai dengan BPOB.

"Semua UTD akan disertifikasi dan akan diberikan sertifikat jika pengolahan darahnya sudah sesuai dengan cara pembuatan obat yang benar atau BPOB,"

"Pengambilan di lapangan itu tidak disarankan atau dilarang karena sulit mencegah kontaminasi. Artinya misalnya kena debu dan sebagainya. Walaupun tidak langsung terkena darahnya, mungkin jarumnya kena debu ini akan menjadi masalah. Jadi harus dilakukan di ruangan tertutup," jelasnya.

Sementara, UTD yang direncanakan bersertifikasi baru UTD PMI Provinsi Bali.

"Memang semua kabupaten/kota belum sepenuhnya dan paling tidak pengambilan darah itu di ruangan tertutup. Dan baru rencana sertifikasi cuma UTD PMI Provinsi Bali. Karena persyaratan alat dan sebagainya itu memang harus kita ikuti untuk membuat transfusi darah yang aman dan nyaman," tutupnya. (*) 

Penulis: Noviana Windri
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved