Vaksin Anti Rabies di RSUP Sanglah Kosong, Begini Tanggapan Dinkes Bali 

"Rencananya mau suntik Vaksin Anti Rabies (VAR) buat pencegahan, eh ternyata gak ada," kata seorang pengunjung

Vaksin Anti Rabies di RSUP Sanglah Kosong, Begini Tanggapan Dinkes Bali 
kompas.com
vaksin rabies 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - "Rencananya mau suntik Vaksin Anti Rabies (VAR) buat pencegahan, eh ternyata gak ada," kata seorang pengunjung yang enggan namanya disebut kepada Tribun Bali belum lama ini.

Warga yang tinggal di bilangan Jalan Letda Reta ini mengaku diberitahu petugas di UGD RSUP Sanglah bahwa stok VAR tidak ada lagi sudah sejak sekitar 6 bulan silam.

"Ya saya juga tidak tahu, ternyata disini juga bisa habis. Mungkin coba ke puskesmas aja kali ya," ujarnya sambil berlalu.

Informasi serupa juga didapatkan Tribun Bali saat mencoba berkunjung.

Salah seorang petugas mengatakan, bahwa dulu saat stok VAR masih ada, banyak yang berkunjung untuk mengakses vaksin ini.

"Tapi dari pihak kita hanya beri vaksin sekali saja. Untuk vaksin selanjutnya kita arahkan untuk mengakses VAR di puskesmas daerah masing-masing," ujarnya dikonfirmasi.

Usut punya usut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya, dikonfirmasi terkait hal ini membenarkan, bahwa pihaknya sudah tak lagi menaruh stok VAR di RSUP Sanglah.

"Sudah sejak lama. Kami memang gak naruh VAR disana karena kami anggap boros. Seringkali jatah VAR habis banyak disana," ungkapnya dikonfirmasi, Sabtu (9/2/2019).

Dalam sebulan, biasanya stok VAR di RSUP Sanglah dijatah menerima 200-300 vaksin yang diperkirakan habis dalam waktu sebulan itu juga. Jika habis, maka jatah akan dipasok lagi.

Sementara, angka kasus jumlah gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Denpasar sendiri sangat minim jika dibandingkan di wilayah lain.

Halaman
12
Penulis: eurazmy
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved