Melarat di Pulau Surga

Kisah Pilu Keluarga Miskin Derita Stroke di Karangasem, Menuh Dapat Kursi Roda & Fisioterapi Gratis

Ni Nengah Menuh (45) warga asal Banjar Palasan Tumbu, Desa Tumbu, Karangasem, merupakan satu dari 42.128 KK miskin di Karangasem.

Kisah Pilu Keluarga Miskin Derita Stroke di Karangasem, Menuh Dapat Kursi Roda & Fisioterapi Gratis
Dok Dinas Kesehatan Provinsi Bali
Rombongan Dinas Kesehatan Bali dipimpin Kadis dr Ketut Suarjaya mengunjungi Ni Nengah Menuh yang derita penyakit stroke di Karangasem, Sabtu (9/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ni Nengah Menuh (45) warga asal Banjar Palasan Tumbu, Desa Tumbu, Karangasem, merupakan satu dari 42.128 KK miskin di Karangasem

 Ni Nengah Menuh terserang penyakit stroke sejak tiga tahun lalu. Namun karena keterbatasan ekonomi keluarga, ia tak mampu mengakses layanan pengobatan secara memadai.

Selama 3 tahun itu, Menuh praktis hanya bisa terbaring tak berdaya di kasur tipis dan kusam yang sudah tak layak.

Mendengar kabar ini, Pemprov Bali melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali bergerak cepat mengunjungi pasien pada Sabtu (9/1).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali, dr Ketut Suarjaya mengatakan, pihaknya bersama tim medis dan Kepala Dinkes Karangasem langsung datang dan melakukan cek kesehatan terhadap pasien Menuh.

Dalam kunjungan tersebut, pihaknya memberikan sejumlah tunjangan tali asih berupa kursi roda hingga pelayanan fisioterapis secara gratis.

"Tadi pagi kami berkunjung ke sana untuk cek kesehatan secara swadaya, juga tali asih berupa kursi roda, sembako dan tunjangan kesehatan lain," ungkap Ketut Suarjaya kepada Tribun Bali usai kunjungan.

Selain itu, pihaknya menginstruksikan kepada Dinkes Karangasem untuk melakukan perawatan secara rutin melalui kunjungan rumah (home visit) dan setiap bulan untuk bawa Menuh kontrol ke rumah sakit.

"Saya juga minta mereka untuk menugaskan tenaga fisioterapi untuk melatih aktivitas geraknya," imbuhnya.

Tak hanya itu, Suarjaya juga menghimbau agar keluarga Nengah Menuh ini didaftarkan masuk program bedah rumah. Ini mengingat kondisi rumah dan lingkungan sekitar tempat tinggalnya yang sudah tak layak dan berpotensi mengganggu kesehatan.

"Kami juga minta agar kasur yang dipakai diganti yang baru. Kebersihan diri dan lingkungan untuk dijaga agar bersih dan sehat sehingga tidak terkena infeksi," katanya.

Informasi dari Kepala Dusun Dauh Pangkung menyebutkan bahwa kasus ini sudah pernah dilaporkan ke Dinas Sosial dan Dinas Sosial sudah pernah turun ke lokasi.

Pasien mempunyai jaminan kesehatan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan sudah tiga kali masuk rumah sakit.  

Namun, karena merasa kondisi kesehatannya tidak ada perubahan dan kondisi ekonomi keluarga yang kurang serta tidak memiliki biaya untuk rawat inap, maka pasien menolak untuk rawat inap di rumah sakit.

Setelah terserang stroke, Menuh tak bisa berbuat apa-apa. Makan dan minum harus dilayani oleh anaknya Ni Nyoman Sri Wahyuni, serta suaminya I Wayan Uti. Menuh hanya bisa berbaring di kasur tipis kusam yang ia jadikan sebagai alas tidurnya.(azm)

Penulis: eurazmy
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved