Office Boy Rusak Bukti Atur Skor di Kantor Komdis PSSI, Perintah Siapa?

Satgas Anti Mafia Bola resmi menetapkan tiga tersangka kasus dugaan perusakan dan pencurian barang bukti kasus pengaturan skor

Office Boy Rusak Bukti Atur Skor di Kantor Komdis PSSI, Perintah Siapa?
Tribunnews.com/Fahdi Fahlevi
Kantor Komdis PSSI Disegel Satgas Anti Mafia Bola, Kasus Ini yang Sedang Ditangani. Beberapa penyidik Satgas Anti Mafia Bola tambahan tampak mendatangi kantor PSSI yang berada di FX Office Tower, Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019) 

Sementara Abdul Gofur, berperan menyimpan barang-barang yang diambil Musmuliadi dan Dani.

"Musmuliadi itu OB (office boy) di satu perusahaan klub sepakbola," Brigjen Dedi Prasetyo menegaskan.

Satgas Antimafia Bola menjerat ketiga tersangka Pasal 363 dan atau Pasal 235 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP dan atau Pasal 232 KUHP dan atau Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

Persangkaannya tindak pidana bersama-sama melakukan pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang police line oleh penguasa umum,

Ditangkap di kantor Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, apakah ketiga tersangka tersebut orang suruhan dari PSSI?

Dikutip dari bolanews.com, Dedi Prasetyo, membantah dugaan tersebut.

Dituturkan Dedi, kabar yang beredar soal pengurus PSSI yang menyuruh ketiga tersangka tersebut untuk merusak dokumen adalah tidak benar.

“Berita yang beredar tidak terkonfirmasi kebenarannya," ujar Dedi saat dihubungi bolasport.com.

Musmuliadi alias Mus merupakan OB di PT Persija yang jadi satu kantor dengan Komisi Disiplin PSSI. Sementara Abdul Gofur adalah OB di PSSI.

Adapun Muhammad Mardani Mogot alias Dani disebut bekerja sebagai sopir salah-satu petinggi PSSI. Akan tetapi, Dedi tidak membenarkan kabar tersebut.

Menurut Dedi, kabar dari pihak kepolisian adalah satu-satunya yang benar dan bisa dipertanggungjawabkan.

Soal motif atau tujuan para tersangka tersebut merusak dokumen, Dedi meminta agar Satgas Antimafia Bola diberi waktu untuk melakukan penyelidikan.(tribun network/fah/bolanews)

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved