Aksi Perampokan di Kuta Seperti di Film, Pelaku Hingga Kini Belum Berhasil Ditangkap

Dirreskrimum Polda Bali Kombes Pol Andi Fairan mengatakan, pihaknya telah mengantongi ciri-ciri pelaku.

Aksi Perampokan di Kuta Seperti di Film, Pelaku Hingga Kini Belum Berhasil Ditangkap
surya/galih lintartika
ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Polda Bali memberikan keterangan terkait belum tertangkapnya pelaku perampokan di sebuah ruko Money Changer di Jalan Nakula, Kuta, Badung, Bali, pada Jumat (21/12/2018) lalu.

Pelaku perampokan dipastikan warga negara asing.

Aksi mereka seperti sudah terbiasa atau profesional, layaknya adegan perampokan di film-film.

Dirreskrimum Polda Bali Kombes Pol Andi Fairan mengatakan, pihaknya telah mengantongi ciri-ciri pelaku.

Lebih spesifiknya, para pelaku diduga merupakan warga negara asing yang sudah profesional dalam melancarkan aksinya.

"Kasus perampokan Money Changer di Nakula, dari CCTV yang kami dapatkan di TKP itu memperlihatkan pelakunya orang asing. Saya katakan orang asing, karena terlihat dari CCTV-nya," kata Fairan, Kamis (7/2/2019), usai jumpa pers dengan wartawan mengenai kasus skimming yang menjerat lima WNA Bulgaria.

Apakah ada korelasi dengan WNA Bulgaria, dirinya belum bisa memberikan jawaban.

"Mereka memakai sebo, tampak juga dari matanya, arahnya ke sana tapi kalau ditanya ada korelasinya dengan lima WNA Bulgaria yang ditangkap? Ini kami masih kembangkan," jawab Fairan lagi.

Dalam kasus perampokan itu, dari pengamatan CCTV, pelaku yang tampak ada tiga orang.

"Di Nakula itu yang tertangkap CCTV ada tiga, dan semua pelakunya itu, sepertinya bukan orang lokal," ucapnya.

"Sekarang kami lagi kembangkan, caranya dengan menghubungi travel-travel. Karena kendaraan yang digunakan itu termonitor juga. Cuma pelat nomor kendaraan yang dipakai itu palsu," jelasnya.

Penggunaan wig atau pun sebo dikatakannya, merupakan hal yang biasa dilakukan untuk mengaburkan identitas. 

"Dilihat dari cara dan tekniknya beraksi itu, menunjukkan orang yang terlatih dan terbiasa. Modelnya seperti di film-film itu, profesional. Misalnya, masuk ke TKP, terus lakban, CCTV digerakkan, pakai sebo, topi, segala macam," kata dia, menerangkan. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved