Liputan Khusus

Musikus Bali Kompak Tolak RUU Permusikan, Lolot: Kami Berontak Jika Dipaksakan

Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan yang diusulkan oleh musikus sekaligus anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengusik para musikus Bali.

Musikus Bali Kompak Tolak  RUU Permusikan, Lolot: Kami Berontak Jika Dipaksakan
Tribun Bali/Dwi Suputra
Musikus Bali kompak tolak RUU Permusikan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan yang diusulkan oleh musikus sekaligus anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengusik para musikus Bali.

Musikus Bali dari seluruh aliran kompak menolak RUU Permusikan karena dianggap membatasi kreativitas untuk berkarya dan menyampaikan pesan lewat karya musik.

Vokalis Lolot Band, Made Bawa, saat ditemui di kediamannya di Denpasar, Jumat (8/2), menolak keras RUU Permusikan.

Menurutnya, RUU tersebut bisa menciptkan pembodohan bagi generasi muda ke depan.

Pemusik yang kebanyakan beranjak dari jiwa seniman menurut Made Bawa tidaklah bisa dibatasi untuk berekspresi.

“Ini (RUU Permusikan) akan menciptakan pembodohan bagi generasi ke depannya. Sebab, selama ini musik juga sebagai alat mengungkapkan ekspresi, kritik sosial, dan emosi terhadap ketidakadilan."

"Seniman itu tidak bisa dibatasi. Pengungkapan sebuah ide atau imajinasi itu tidak bisa dibatasi begitu. Kita sebagai warga negara punya hak, selama ini kan kami tidak melakukan kriminal. Lain halnya kalau kriminal,” katanya.

Munculnya RUU Permusikan ini berawal dari Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Komisi X DPR RI. RDPU itu dihadiri oleh organisasi-organisasi seperti Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI), serta lembaga manajemen kolektif nasional (LMKN), Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI).

Tahun 2017, Anang Hermansyah yang juga selaku musikus menemui musikus Glenn Fledly. Waktu itu Glenn Fledly diminta oleh Anang untuk mengorganisasi para pemusik untuk datang ke DPR RI.

Waktu itu Glenn Fledy dengan sejumlah temannya datang ke DPR RI mengatasnamakan diri sebagai Kami Musik Indonesia (KAMI).

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved