Pipa Induk Putus Tertimpa Jembatan, 3.900 Pelanggan di Karangasem Tak Dapat Air PDAM

Pipa induk PDAM di bawah Jembatan Tukad Pedih di Subagan putus, 3.900 pelanggan Perumda Tirta Toh Langkir (PDAM) di Karangasem tak teraliri air

Pipa Induk Putus Tertimpa Jembatan, 3.900 Pelanggan di Karangasem Tak Dapat Air PDAM
Tribun Bali/Saiful Rohim
Pipa induk Perumda Tirta Toh Langkir putus lantaran tertimpa Jembatan Tukad Pedih, Sabtu (9/2/2019). Pipa dan jembatan putus setelah diterjang air sungai. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Hampir 3.900 pelanggan Perumda Tirta Toh Langkir (PDAM) di Karangasem tak teraliri air sejak Sabtu (9/2/2019).

Penyebabnya, pipa induk PDAM di bawah Jembatan Tukad Pedih di Subagan putus, Sabtu (9/2/2019) pukul 06.00 Wita.

Dirut  Perumda Tirta Toh Langkir, Gusti Made Singarsi menjelaskan, pipa induk putus lantaran jembatan penghubung Desa Subagan menuju Asak terputus. Akibatnya aliran air terhambat.

"Hari ini (kemarin) kita usahakaan perbaiki," kata Singarsi, Minggu (10/2/2019).

Pelangan yang terimbas akibat putusnya pipa induk di Jembatan Tukad Pedih yakni pelanggan di Desa Asak, Timrah, Perasi, Jasri, dan Bugbug, Kecamatan Karangasem.

Beberapa pelanggan di Kecamatan Manggis juga tidak teraliri akibat pipa putus.

"Aliran air ini sumbernya dari embukan Tirta Gangga, Kecamatan Abang. Debetnya yang cukup besar mampu mengaliri pelanggan sampai ke Kecamatan Manggis. Hari ini (kemarin) petugas mngusahakan agar bisa dioperasikn sesegara mungkin," imbuh Gusti Singarsi.

Saat ini pipa induk diganti sepuluh batang. Pipa baru dipasang di atas jembatan. Petugas saat ini masih mencari ujung pipa bagian barat.

"Semoga besok (hari ini) bisa air mengalir. Semalam diperbaiki. Tapi karena hujan deras jadinya ditunda," tambahnya.

Pipa induk di Jembatan Sungai Kerkuk, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem juga putus akibat  diterjang aliran hujan, Jumat (8/2/2019) lalu.

Pipa di Jembatan Sungai Kerkuk mampu mengaliri sekitar 1.000 pelangan Prumda Tirta Toh Langkir.

"Ini adalah bencana alam yang tidak bisa kita prediksi. Kita harap pelanggan bersabar," ungkap Singarsi.

Sementara waktu, Perumda Tirta Toh Langkir akan mendistribusikan air ke pelanggan dengan mengunakan tangki. Sampai saat ini belum ada usulan dari pelanggan.

Informasi di lapangan, beberapa pelanggan  Perumda Tirta Toh Langkir yang tak teraliri air untuk sementara mencari air di pemandian.

Pelanggan terpaksa mandi di pemandian desa sampai air Perumda Tirta Toh Langkir kembali mengalir seperti biasanya. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved