Refleksi Estetika Spiritual dalam Yantra yang Dipamerkan Unhi Denpasar

Yantra adalah simbol religius dalam kepercayaan Hindu yang diyakini memiliki kekuatan spiritual.

Refleksi Estetika Spiritual dalam Yantra yang Dipamerkan Unhi Denpasar
Tribun Bali/Ni Putu Diah Paramitha Ganeshwari
Suasana pameran “Yantra” Program Studi Pendidikan Seni Rupa Ornamen Hindu UNHI Denpasar di Museum Puri Lukisan Ubud, Gianyar, Bali, Minggu (10/2/2019) malam. Pameran menampilkan karya dosen dan mahasiswa semester akhir. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Program Studi Pendidikan Seni Rupa Ornamen Hindu Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar menggelar pameran di Museum Puri Lukisan Ubud, Gianyar, Bali, Minggu (10/2/2019) malam.

Ekshibisi ini menampilkan karya 20 mahasiswa semester akhir dan dosen.

Karya yang dipamerkan berupa seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi.

Merangkum tajuk “Yantra”, karya yang dipamerkan tak lepas dari pengaruh nilai spiritual Hindu. Rerajahan dan pepatran khas Bali hampir selalu diaplikasikan dalam setiap karya.

Ketua Program Studi, I Kadek Sumadiyasa SSn MSi menuturkan, tema “Yantra” dinilai dapat merefleksikan seluruh karya.

“Yantra adalah simbol religius dalam kepercayaan Hindu yang diyakini memiliki kekuatan spiritual. Bagi penganut Hindu, sebuah karya seni bukan hanya berfungsi sebagai estetika, namun juga persembahan. Dalam konteks ini, seni dapat menjadi sarana untuk memuja Tuhan,” jelasnya, ditemui pada pembukaan pameran, Minggu (10/2).

Pameran kolaborasi siswa dan dosen ini pun diharapkan mampu mengingatkan masyarakat akan nilai kesucian suatu simbol.

“Seni dapat menyampaikan pesan moral kehidupan. Saya harap masyarakat dapat mengambil pesan yang tersirat pada setiap karya. Agenda ini juga secara tidak langsung mengajak masyarakat untuk belajar tentang simbol,” kata Kadek Sumadiyasa.

Sementara itu Wakil Rektor III UNHI Denpasar, Dr Ir I Wayan Muka ST MT menyampaikan, Yantra tak melulu dimaknai sebagia simbol milik umat Hindu. Yantra bisa bersifat universal.

“Jika sudah terwujud dalam bentuk seni, maka simbol ini bermakna universal. Hal ini terbukti dari cukup banyak peneliti asing yang melakukan kajian tentang Yantra,” ungkapnya.

Lulusan Prodi Pendidikan Seni Rupa Ornamen Hindu pun diharapkan mampu mentransfer keluhuran ajaran Hindu dalam karya-karya berikutnya.

“Semoga UNHI Denpasar mampu melahirkan maestro-maestro seni rupa, dengan kekhususan ornamen Hindu sebagai gagasan mulanya,” ucap Wayan Muka.

Pameran akan dibuka untuk umum hingga 22 April 2019 mendatang. (*)

Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved