Warga Desa Punggul Geger, Ida Bagus Japa Tusuk Ulu Hatinya Dengan Pengutik Untuk Membuat Jejahitan

Ida Bagus Japa meninggal dalam perjalanan ke RSUD Mangusada, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung.

Warga Desa Punggul Geger, Ida Bagus Japa Tusuk Ulu Hatinya Dengan Pengutik Untuk Membuat Jejahitan
Istimewa / Polsek Abiansemal
Ida Bagus Japa tusuk dirinya sendiri dengan pengutik, Senin (11/2/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Warga desa Punggul digemparkan dengan tewasnya Ida Bagus Japa (52) dengan cara bunuh diri, Senin (11/2/2019).

Pria yang berasal dari Geria Gede Punggul Banjar Trinadi, Desa Punggul, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali itu menghabisi nyawanya sendiri dengan pisau pengutik yang sering digunakan membuat orti (jejahitan sarana upacara hindu).

Saat itu,  sekitar pukul 11.20 wita ia bersama istrinya Ida Ayu Made Ariani (51) sedang  bekerja dengan membuat orti di dapur.

Namun saat membuat orti, sang istri keluar kamar dan pergi ke halaman untuk menerima telepon.

Sehingga Ida Bagus Japa sendiri di dalam dapur.

Usai menerima telpon, Ayu Made Ariani kembali ke dalam kamar dan langsung berteriak karena melihat suaminya sudah tergeletak dengan pisau pengutik tertancap di ulu hatinya.

Anak korban, Ida Bagus Gede Ambara Putra (22) yang saat itu bekerja ngukir di halaman rumahnya pun langsung mendatangi ibunya.

Ia yang melihat ayahnya sudah bersimbah darah langsung meminta tolong kepada tetangga.

Selain itu, ia juga meminta tolong dan pisaunya dicabut dari ulu hati ayahnya kemudian diletakkan di tempat membuat orti.

Setelah pisau dicabut, Ida Bagus Japa langsung diangkat ke balai adat yang ada di Geria dan langung dilarikan ke RSUD Mangusada.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved