Kalah Lawan Persikabo di Piala Soeratin, Sandhika Pratama: Kendala Kita Itu adalah Recovery

Pelatih Bali United U-17, Sandhika Pratama (29) Mengapresiasi perjuangan para pemain Bali United U-17

Kalah Lawan Persikabo di Piala Soeratin, Sandhika Pratama: Kendala Kita Itu adalah Recovery
Instagram Bali United Youth
Bali United Youth, Bali United U-17 saat melawan Persikabo U-17 di Stadion Gelora Soepriadi, Blitar, Sabtu (9/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelatih Bali United U-17, Sandhika Pratama (29) Mengapresiasi perjuangan para pemain Bali United U-17 di pertandingan perebutan peringkat 3 Piala Soeratin U-17 2018 putaran nasional.

Bali United harus menerima kekalahan setelah berjuang melawan Persikabo U-17 di perebutan peringkat 3 Piala Soeratin U-17 2018 putaran nasional di Stadion Gelora Soepriadi, Blitar, Sabtu (9/2/2019).

Bali United U-17 mengalami kekalahan lewat drama adu penalti dengan skor 3-4 dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Soeratin putaran Nasional, sebelumnya kedua tim bermain imbang 2-2 dalam dua kali 45 menit ditambah dua kali 15 menit di extra time.

Pelatih Bali United U-17, Sandhika Pratama sangat mengapresiasi perjuangan dari para pemain Bali United U-17 yang telah berjuang maksimal pada pertandingan tersebut.

“Semua pemain sudah berjuang, kita sudah masuk empat besar, sebagai pelatih saya sangat apresiasi perjuangan para pemain, mengingat putra-putra Bali yang kita bawa ini kan punya potensi yang menandakan bahwa Bali bukan sekadar tim-tim penghibur tapi bisa menyodoklah next untuk ke depannya,” ucapnya saat dihubungi Tribun Bali, Senin (11/2/2019)

Ia berkata jarak satu pertandingan ke pertandingan lain yang singkat yaitu hanya satu hari merupakan kendala utama yang Bali United hadapi di  Piala Soeratin U-17 2018 putaran nasional.

Waktu recovery dan istirahat yang kurang membuat para pemain kelelahan dan kehilangan kosentrasi saat bermain.

“ Kendala kita itu adalah recovery, masalah recovery itu yang menjadi masalah buat kita, jadi untuk kemarin sebenarnya juga secara permainan kita sangat menguasai tetapi ya kondisi pemain yang capek, terpaksa di situasi yang harus kita mainkan, mau gimana lagi. Kita kecolongan itu karena kosentrasi pemain (melemah), kondisi pemain sudah sangat-sangat lelah, kalau secara permainan kita banyak peluang untuk cetak gol, kalau secara peluang dan permainan kita lebih dominan,” ucapnya.

Baca: Bali United Bakal Catatkan Saham di BEI Tahun Ini, Bisa Gaet Investor Awam

Baca: Kisah Kitman BU yang Multiguna, Bisa Main Bola, Jadi Sopir, Bahkan Ibu atau Istri untuk Para Pemain

Baca: TRIBUN WIKI - Inilah Daftar 7 Sekolah Sepak Bola di Denpasar dan Sekitarnya

Ia berharap dan berpesan pada panitia pelaksana Piala Soeratin 2019 nanti agar waktu recovery dan istirahat dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya dapat diperpanjang sehingga para pemain memiliki waktu yang cukup untuk mengembalikan stamina fisik mereka.

 “Turnamen ini terlalu pendek, dalam arti dengan 32 tim yang ikut kemudian hanya berlangsung sekitar 14 hari, recovery itu sangat mepet, kemudian saat bertanding di empat besar atau di final kualitas pertandingan juga kadang-kadang belum maksimal, jadi harapannya sih ke depan kualitas turnamen ini diperbaiki dari segi waktunya, recovery waktunya, mungkin untuk menuju final maupun semifinal harus ada rehat yang lebih lama, sehingga kualitas turnamen ini ke depannya akan semakin baik,” ucapnya.

Walau menduduki peringkat empat di turnamen tersebut, Bali United U-17 berhasil meraih satu gelar atau penghargaan sebagai tim Fair Play di turnamen Piala Soeratin U-17 2018. Sandhika bersyukur atas penghargaan yang diterima oleh tim asuhannya tersebut.

 “ Syukur Alhamdulilah kita dapat penghargaan sebagai Tim Fair Play karena hampir semua tim rata-rata yang main di babak delapan besar sampai empat besar itu dapat enam sampai tujuh kartu kuning dan  ada juga yang mendapatkan kartu merah. Kita dari awal sampai akhir cuma sekitar lima kartu kuning yang kita dapat. Saat di situ saya selalu tekankan ke pemain harus fair play, harus respect, apapun keputusan dari wasit kita terima, karena sepakbola di Piala Soeratin itu kan ada pembinaan, bukan masalah kalah menang saja tapi kita harus menunjukan respect di dalam maupun di luar lapangan, mungkin itu salah satu faktor kenapa Bali United ditunjuk sebagai Tim Fair Play,” ucapnya.

Ia berkata jika Bali United U-17 mengikuti Piala Soeratin 2019 nanti ia berharap mendapatkan hasil dan prestasi yang lebih baik lagi dari sebelumnya. (*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved