Kerugian Akibat Bencana di Karangasem Sejak 1 Januari Capai Rp 4 Milliar, Berikut Rinciannya

Kerugian materiil akibat bencana alam yang melanda Karangasem 1 Januari 2019 hingga sekarang mencapai sekitar Rp 4 Milliar.

Kerugian Akibat Bencana di Karangasem Sejak 1 Januari Capai Rp 4 Milliar, Berikut Rinciannya
Tribun Bali/Saiful Rohim
Lokasi jembatan putus yang menghubungkan Desa Subagan menuju Desa Asak, Sabtu (9/2/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Kerugian materiil akibat bencana alam yang melanda Karangasem 1 Januari 2019 hingga sekarang mencapai sekitar Rp 4 Milliar.

Kerugian tersebut meliputi kerusakaan permukaan jalan, jembatan, serta jukung nelayan di Karangasem.

Selasa (12/2/2019), Kepala Pelaksana (kalak) BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa menjelaskan, fasilitas pemerintah dan rumah warga yang rusak akibat bencana alam tersebar di delapan Kecamatan. Terbanyak di Kecamatan Manggis, serta Abang.

"Kerugian semuanya diperkirakan sekitar 4 milliar. Untuk data kerusakan masih dicocokkan, dan dihitung ulang," jelas Arimbawa, mantan Kabid Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan (Dishub) Karangasem.

Data yang dihimpun Tribun Bali di lapangan, kerusakan rumah dan warung di Karangasem mencapai sekitar 15 sampai 25 unit akibat tertimpa pohon perindang, tergerus aliran sungai dan diguyur hujan, serta dihantam material longsoran.

Sedangkan jukung nelayan yang rusak mencapai sekitar 68 unit. Tersebar di Desa Seraya Desa Tumbu, Desa Bunutan, Purwakerti, Tianyar, Tulamben, dan Tianyar Barat.

Baca: Gelombang Tinggi Capai 2.5 Meter di Selat Bali Hingga Kamis Mendatang

Baca: Pipa Induk Putus Tertimpa Jembatan, 3.900 Pelanggan di Karangasem Tak Dapat Air PDAM

Baca: Pemerintah Karangasem Kini Gencar Tanam Kelapa untuk Penuhi Kebutuhan Warga

Jembatan yang rusak alias putus sebanyak tiga unit, yakni jembatan yang menghubungkan Desa Subagan menuju Desa Asak, jembatan di Desa Nyuh Tebel, Kecamatan Manggis, dan Jembatan di Desa Batudawa, Kecamatan Kubu.

"Kerusakannya bervariasi. Ada rusak ringan, sedang, dan rusak berat. Untuk jembatan kerusakannya memang berat, karena jalanan putus. Besok (hari ini) rencana kita akan rapatkan kembali dengan Dinas PUPR Krangasem,"imbuh IB Arimbawa.

Pria asal Singaraja ini juga akan mengusulkan bantuan pascabencana ke Pemerintah Provinsi Bali untuk kerusakan rumah dan warung, serta jukung nelayan yang mengalami kerusakan.

Pihaknya berharap dana tersebut bisa dicairkan pemerintah.

"Untuk kerusakan fasilitas pemerintah dan jalanan bisa pakai dana pemeliharaan masing - masing OPD. Untuk jembatan putus rencananya hari ini (kemarin) dirapatkan, tapi diundur besok," tambah Arimbawa.

Untuk diketahui, bencana yang melanda Karangasem dari 1 Januari 2019 hingga hari ini telah memakan korban sebanyak dua orang. Korban berasal dari Banjar Dinas Jatituhu, Desa Ban, Kecamatan Kubu, yang meninggal akibat longsor. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved