Bali United

Kisah Kitman BU yang Multiguna, Bisa Main Bola, Jadi Sopir, Bahkan Ibu atau Istri untuk Para Pemain

Waktu menunjukkan pukul 15.00 Wita. Dua sosok ini tak pernah lalai di lapangan Gelora Trisakti Legian.

Tole mengatakan sangat enjoy menjalani aktivitas pekerjaan melayani pemain dan pelatih. Karena sesuai dengan kesukaan atau kecintaan dia terhadap sepakbola dan Bali United.

"Karena hobi bola, jadi cintai pekerjaan yang berkaitan dengan bola," ujarnya.

Tole punya mimpi di karir sepakbola. Ia tetap optimistis menjalani segala aktivitas, dan kelak dirinya ingin menjadi seorang pelatih.

"Kita jalani dan syukuri. Tentu mimpi itu ada. Tapi kita tak pernah ada yang tahu rencana Yang Maha Kuasa," jelas Tole.

Saat ini, Tole telah bertolak ke Jakarta. Ia mengikuti kursus lisensi pelatih D Nasional yang diselenggarakan Asprov PSSI DKI Jakarta.

"Seminggu ke depan saya izin ke Jakarta ikut kursus pelatih D nasional PSSI, "tambah Tole.

Hal serupa diutarakan Ruet. Pria asli Bali yang berdomisili di Denpasar ini, sudah lama berkecimpung di dunia bola Bali.

Sejak era Bali Devata tahun 2011, hingga Bali United 2015 hingga saat ini.

Pengalamannya sebagai kitman, sudah di luar kepala. Sudah memahami karakter dan menyatu dengan keinginan para pemain.

"Tak berbeda jauh persiapan saat training dan match. Jika match, persiapan lebih detil. Seperti snack (pisang roti dll), harus ada selain sarana lainnya," kata Ruet.

Halaman
123
Penulis: Marianus Seran
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved