Bali United

Kisah Kitman BU yang Multiguna, Bisa Main Bola, Jadi Sopir, Bahkan Ibu atau Istri untuk Para Pemain

Waktu menunjukkan pukul 15.00 Wita. Dua sosok ini tak pernah lalai di lapangan Gelora Trisakti Legian.

Saat pemanasan, kitman juga harus menerjemahkan arahan pelatih, untuk memasang kuns. Mereka juga membantu memassing, shoting atau pun umpan lambung bola saat sesi pemanasan kurang tandem pemain.

Baca: Bali United Bakal Catatkan Saham di BEI Tahun Ini, Bisa Gaet Investor Awam

Baca: Menang 5-2, Teco Soroti Kelemahan Klasik Bali United Ini

Baca: Fans Fanatik Nilai Bali United Bisa Juara Musim 2019 dengan Materi Pemain Saat Ini

Saat laga berlangsung pun, kitman harus mempersiapkan air minum di area pelatih

"Kami berusaha melayani semampu kami untuk pelatih dan pemain," kata Ruet.

Setia Layani Empat Generasi Pelatih, Paling Tahu Dapur Vital Bali United

Tole dan Ruet merupakan kitman pertama di Bali United. Sejak generasi pelatih pertama hingga keempat, keduanya masih setia di Bali United.

Pahit manis empat generasi pelatih dengan style berbeda telah mereka rasakan . Dan kedua sosok ini terlihat enjoy bersama para pelatih.

Mungkinkah kelak generasi pelatih berikut di Bali United, adalah Tole dan Ruet? Mengapa tidak.

Tole secara perlahan akan segera memiliki lisensi D nasional. Dan tak seorang pun tahu masa depan Tole di dunia sepakbola Indonesia. Ia akan meningkatkan lisensi pelatih seiring tuntutan regulasi di kancah sepakbola Indonesia.

Begitu juga Ruet. Perlahan dirinya telah merencanakan mengejar lisensi pelatih di Asprov PSSI Bali. Semoga secepatnya ia berlisensi. Mungkin berawal tangani tim lokal Bali, dan puluhan tahun kemudian bisa menjadi aktor peracik Bali United.

Sesungguhnya, kedua sosok ini, paling tahu isi dapur Bali United (teknis persiapan sebelum match). Jika keduanya mengalami kendala saat persiapan tentu akan berdampak pada tim secara utuh.

Ataupun jika terjadi sabotase terhadap kedua sosok ini, Bali United terancam secara utuh. Jadi, mari kita arahkan perhatian serius kepada mereka.

Mereka tak boleh sakit, mereka harus mendapat asupan gizi dan istirahat cukup, jangan terjadi konflik bersama keluarga, pemain dan pelatih. Paling utama, mereka tetap enjoy dan bersyukur dengan apa yang dimiliki. (*)

Penulis: Marianus Seran
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved