Korban Perkosaan Awalnya Dibonceng 2 Pelaku, Tiba-tiba Digilir, Pelaku Masih Satu Grup

Seorang remaja perempuan berinisial MHK, melaporkan pada polisi apa yang baru dialaminya.

Korban Perkosaan Awalnya Dibonceng 2 Pelaku, Tiba-tiba Digilir, Pelaku Masih Satu Grup
ilustrasi perkosaan
ILUSTRASI PERKOSAAN: Seorang remaja perempuan berinisial MHK, melaporkan pada polisi apa yang baru dialaminya. Remaja 17 ini, awalnya mengadu pada temannya, jika dirinya baru saja menjadi korban pemerkosaan secara bergilir dua temannya sendiri. 

Korban Perkosaan Awalnya Dibonceng 2 Pelaku, Tiba-tiba Digilir, Pelaku Masih Satu Grup

TRIBUN-BALI.COM - Seorang remaja perempuan berinisial MHK, melaporkan pada polisi apa yang baru dialaminya.

Remaja 17 ini, awalnya mengadu pada temannya, jika dirinya baru saja menjadi korban pemerkosaan secara bergilir dua temannya sendiri.

Kejadian itu terjadi saat korban dibonceng dua pelaku.

Diduga pelaku tak kuasa menahan hawa nafsu.

Baca: Manuver Menegangkan Pesawat Hindari Tabrakan di Ketinggian 11.200 Meter, Ini Pengakuan Kru Kabin

Baca: Kronologi Tuduhan Pelecehan Marco Simic di Pesawat, Pernyataan Resmi Persija dan Nasib Sang Striker

Baca: Buah Kesabaran Guru Honorer Bergaji Rp 450 Ribu, Akan Dapat Kejutan dari Hotman Paris

Baca: Dokter Ungkap Penyebab Anak Ini Alami Pertumbuhan Langka, Ini Alasan Masih Bisa Bertahan

Baca: Kisah Guru Honorer Nur Khalim Bergaji Rp 450 Ribu, Seisi Kelas Tak Ada yang Membela Saat Dilecehkan

Baca: Pria Ini Buron Lantaran Lakukan Hal Ini Pada Seekor Tikus, Sampai Kencing dan Tuntut Ganti Rugi

Dua pria tega rudapaksa teman wanitanya di sekitar wilayah Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Dari keterangan saksi dan tersangka kepada petugas, hal bejat itu dilakukan oleh Suhro Wardi (30) dan Saepul (25).

Diterangkan Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdy Irawan, kejadian itu bermula setelah Suhro dan Saepul membonceng korban dengan satu motor pada 18 Januari 2019 silam.

"Korban diboncengi kedua pelaku kemudian diajak naik motor sekitar wilayah Kecamatan Pagedangan. Pelaku kemudian menyetubuhi korban secara bergantian," jelas Ferdy, Selasa (12/2/2019).

Setelah selesai menggagahi tubuh korban, para pelaku kemudian mengantarkannya pulang sampai ke dekat rumah korban.

Ferdy melanjutkan, korban yang tak terima diperlakukan secara tak senonoh oleh teman satu grupnya itu segera menceritakan apa yang sudah dialaminya kepada temannya yang lain.

"Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tangerang Selatan guna penyelidikan dan lakukan penyidikan lebih lanjut," jelas Ferdy.

Setelah mendapatkan laporan, Suhro dan Saepul segera diamankan petugas pada 4 Februari 2019.

Namun keduanya melakukan perlawanan sehingga polisi segera mengambil langkah dengan meletuskan tembakan ke arah kaki tersangka.

Kedua tersangka dijerat Pasal 81 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindunhan Anak dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun kurungan. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved