Pembatasan Impor Jagung Akibatkan Harga Pakan Ayam Tinggi, Peternak: Ini Harga Paling Tinggi

Ini harga paling tinggi karena adanya pembatasan impor jagung oleh pemerintah pusat,” katanya Senin (11/2/2019)

Pembatasan Impor Jagung Akibatkan Harga Pakan Ayam Tinggi, Peternak: Ini Harga Paling Tinggi
tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Peternakan ayam petelur milik Made Yowana, Senin (11/2/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Kebijakan impor jagung yang dilakukan pemerintah pusat beberapa waktu lalu, serta sempat memancing opini publik, pada kenyataan di lapangan hal ini justru dianggap penting, utamanya di kalangan peternak ayam.

Pasalnya, jagung merupakan makanan utama, dengan perbandingan lebih besar di samping tambahan makanan lainnya.

Peternak ayam petelur Desa Demulih, Susut, Made Yowana mengatakan perbandingan pakan ayam berdasarkan persentase yakni 50 persen jagung, 35 persen konsentrat, dan 15 pesen dedak.

Sedangkan pakan ayam secara keseluruhan saat ini naik dari sebelumnya Rp 300 ribu per sak, menjadi Rp 340 ribu per sak.

“Ini harga paling tinggi karena adanya pembatasan impor jagung oleh pemerintah pusat,” katanya Senin (11/2/2019).

Menurut Yowana, impor jagung penting sebab tujuannya untuk pakan ayam. Sebab per hari, kebutuhan pakan ayam per seribu ekor membutuhan 120 kilo.

Mahalnya harga pakan ayam, lanjut Yowana, tidak memungkinkan peternak untuk mengurangi kuantitas pakan.

Baca: Kementrian Pertanian Hentikan Impor Rock Melon Dari Australia, Terdeteksi Bakteri Mematikan

Baca: Kisah Sukses Peternak Ikan Cupang, Untung Rp 15 Juta Per Bulan saat Banyak Kasus Demam Berdarah

Sebaliknya, peningkatan harga justru menyebabkan para peternak kecil terpaksa mengapkir dini ternaknya.

“Biasanya peternak melakukan apkir saat ayam berusia 90 minggu. Saat ini baru 70 minggu ayamnya sudah diapkir,” katanya.

Jalan pintas yang diambil oleh peternak, tidak hanya disebabkan oleh meningkatnya harga pakan.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved