Mengintip Proses Digitalisasi Lontar, Isinya Mulai Tips Berhubungan Tahan Lama, Parwa, Kidung, Babad

Sebanyak 50 lebih cakep lontar didigitalisasi di kediaman I Made Kajeng, Banjar Alangkajeng, Pemecutan, Denpasar.

Mengintip Proses Digitalisasi Lontar, Isinya Mulai Tips Berhubungan Tahan Lama, Parwa, Kidung, Babad
tribun bali/supartika
Proses digitalisasi lontar. Sebanyak 50 lebih cakep lontar didigitalisasi di kediaman I Made Kajeng, Banjar Alangkajeng, Pemecutan, Denpasar. 

Mengintip Proses Digitalisasi Lontar, Isinya Mulai Tips Berhubungan Tahan Lama, Parwa, Kidung, Babad

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 50 lebih cakep lontar didigitalisasi di kediaman I Made Kajeng, Banjar Alangkajeng, Pemecutan, Denpasar.

Dari 50 cakep ini terdiri sekitar 3 ribu halaman.

Hingga Rabu (13/2/2019) sore, sudah 29 cakep yang terdiri atas 1800 halaman yang didigitalisasi yang dimulai Senin kemarin dan target selesai Jumat mendatang.

Sebelum didigitalisasi lontar ini dibersihkan dengan minyak kemiri dan juga dihitamkan dengan tingkih bakar.

Digitalisasi ini merupakan kerjasama antara Perpustakaan Nasional Jakarta, UIN Syarif Hidayatulah, Hamburg University Jerman, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Aliansi Peduli Bahasa Bali, dan Penyuluh Bahasa Bali.

Perwakilan Penyuluh Bahasa Bali, Ida Bagus Ari Wijaya mengatakan bahasa dalam lontar ini yakni Bahasa Jawa Kuna dan Bahasa Bali yang ditulis dengan aksara Bali.

Baca: Biar Pemerintah Tahu, Doni Viralkan Video Keranda Mayat Dihanyutkan Sebelum Dikubur

Baca: Viral Video Ibu Hamil di NTT Sebrangi Sungai dan Berjalan 20 Km untuk Melahirkan

Baca: Jalur Penghubung di Abang Tertutup Longsor, Pengguna Roda 4 Harus Memutar ke Wilayah Ini

Isinya secara umum yakni mulai dari kakawin Arjuna Wiwaha, Bomantaka, Parwa, Kidung, Babad, Wariga, Geguritan, dan juga pipil tanah.

Selain itu ada pula tentang ilmu kawisesan pangraksa jiwa, rerajahan, dan cara agar tahan lama saat berhubungan suami istri.

"Naskah tertua yakni salinan Kakawin Arjuna Wiwaha yakni tahun 1700 saka atau tahun 1778 Masehi."

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved