Ni Nyoman Mesur Dengar Suara Krepek-Krepek, Ternyata Api Sudah Melalap Atap Warungnya

Sebuah warung milik I Wayan Sukun (70) di Banjar Belah, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Tabanan mengalami kebakaran, Selasa (12/2/2019)

Ni Nyoman Mesur Dengar Suara Krepek-Krepek, Ternyata Api Sudah Melalap Atap Warungnya
Polsek Baturiti
Suasana peristiwa kebakaran sebuah warung di Banjar Belah, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Selasa (12/2/2019) malam 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sebuah warung milik I Wayan Sukun (70) di Banjar Belah, Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Tabanan mengalami kebakaran, Selasa (12/2/2019) malam sekitar pukul 20.00 Wita.

Seluruh isi warung yang menjual sembako, baju, hingga peralatan sembahyang ludes dilahap si jago merah.

Menurut informasi yang diperoleh, kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh korsleting listrik. Sehingga percikan api dari korsleting listrik tersebut mengakibatkan kebakaran.

"Kemarin malam kejadiannya, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik," ungkap Kapolsek Baturiti, Kompol I Nengah Sudiarta, Rabu (13/2/2019).

Kompol Sudiarta melanjutkan, saat kejadian pemilik warung, I Wayan Sukun alias Pan Sami sedang menonton televisi.

Baca: Bisa Dapat Rp 1 Miliar / Bulan Tapi Wajahnya Disebut MiripTukul & Kiwil, Ini Reaksi Atta Halilintar

Baca: Kebakaran Rumah di Perumahan Arsandi Denpasar, Tetangga Lihat Asap Membumbung dari Dapur

Baca: Dua Pelaku Pengoplos Elpiji di Tabanan Kepergok Warga, Ditangkap Polisi Berawal dari Suara Bising

Saat itu juga, istri korban, Ni Nyoman Mesur sempat mendengar suara krepek-krepek. Tak disangka, ketika keluar, I Wayan Sukun justru sudah melihat atap warungnya sudah dilalap api.

"Setelah itu korban mencoba untuk memadamkan api namun tak berhasil, api semakin membesar. Akhirnya korban kemudian menginformasikan kepada tetangganya untuk membantu memadamkan api," tuturnya sembari menyebutkan termasuk dibantu dengan 3 unit mobil pemadam kebakaran.

Akibat kejadian tersebut, kata dia, korban mengalami kerugian sekitar Rp 200 Juta. Sebab, seluruh isi warung yang berupa sembako, baju-baju, hingga peralatan sembahyang ludes dilalap si jago merah.

"Kerugian sekitar Rp 200 Juta," tandasnya.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved