Cok Ace Tolak Rayuan Anggota DPR Soal Geothermal di Bedugul, Ini Alasannya

Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menolak rayuan dari Komisi VII DPR RI untuk memanfaatkan potensi panas bumi

Cok Ace Tolak Rayuan Anggota DPR Soal Geothermal di Bedugul, Ini Alasannya
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Wakil Gubernur Bali, Cok Ace. Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menolak rayuan dari Komisi VII DPR RI untuk memanfaatkan potensi panas bumi geothermal di Bedugul. 

Cok Ace Tolak Rayuan Anggota DPR Soal Geothermal di Bedugul, Ini Alasannya.Dijelaskan Cok Ace, Bali mempunyai potensi yang besar dalam hal budaya dan lingkungan.

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menolak rayuan dari Komisi VII DPR RI untuk memanfaatkan potensi panas bumi geothermal di Bedugul.

Dijelaskan Cok Ace, Bali mempunyai potensi yang besar dalam hal budaya dan lingkungan.

Baginya hal ini menjadi paradoks, karena jika mengikuti kebutuhan listrik yang semakin meningkat tanpa mengindahkan yang lain maka budaya Bali akan terkorbankan.

Solusi ini supaya kebutuhan kelistrikan di Bali tetap bisa terjawab dan disisi lain budaya dan alam Bali bisa tetap bertahan.

Selain itu kini juga tengah diupayakan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di TPA Sarbagita Suwung Denpasar yang diperkirakan bisa beroperasi tahun 2024 mendatang.

Cok Ace menilai, bahwa potensi Bali juga tidak hanya terbatas pada geothermal semata.

Baginya masih ada potensi lain seperti tenaga surya dan angin yang suatu saat bisa dimanfaatkan lebih baik.

"Ini paradoks sekali. Nanti (kalau potensi geothermal itu dimanfaatkan) keyakinan masyarakat akan terganggu," jelas eks Bupati Gianyar ini.

Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu mengatakan, potensi panas bumi di Bedugul merupakan sebuah rahmat dari Tuhan yang harus dimanfaatkan.

Padahal, menurutnya, di tengah adanya peluang yang tidak dimanfaatkan itu, pada tahun 2024 Bali diprediksi akan mengalami defisit energi. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved