Pencapaian PSSI Bali Tahun 2018, dari Pelatih Berlisensi hingga Hasilkan Wasit Lokal Bali

Era baru PSSI Bali dimulai sejak 2017. Ketut Suardana berperan sebagai nakhoda baru induk sepakbola di Bali ini.

Pencapaian PSSI Bali Tahun 2018, dari Pelatih Berlisensi hingga Hasilkan Wasit Lokal Bali
Tribun Bali/Marianus Seran
Ketua Asprov PSSI Bali Ketut Suardana, Sekum Dewa Tegas, dan pengurus Nasser Attamimy saat berdiskusi dengan para legenda sepakbola Bali yang tergabung dalam komunitas Mitra Devata di Ubud kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Marianus Seran

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Era baru PSSI Bali dimulai sejak 2017. Ketut Suardana berperan sebagai nakhoda baru induk sepakbola di Bali ini.

Sejumlah kegiatan langsung digelar sejak itu dengan mengedepankan transparansi dan komitmen bekerja bersama semua pengurus.

Dua tahun kepemimpinan Ketut Suardana dan kepengurusan baru, sejumlah kegiatan nyata terlihat berjalan baik.

Beberapa Pencapaian pun terlihat. Mulai dari menghasilkan dan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) pelatih berlisensi, kompetisi usia dini, juga menghasilkan wasit lokal Bali yang memimpin pertandingan sepakbola dan futsal kasta tertinggi.

"Khusus untuk kursus lisensi D PSSI sudah dua kali kami gelar dan satu kali C AFC di tahun 2018. Untuk tahun 2019 nanti, kursus lisensi D PSSI sudah digelar Januari 2019, dan nanti kembali digelar dua kali lagi bulan April, dan Agustus , sementara C AFC digelar Oktober 2019, "kata Ketua Asprov PSSI Bali Ketut Suardana kepada Tribun Bali Rabu (13/2/2019).

Kursus pelatih ini tidak hanya diikuti para pelatih di Bali. Datang juga para pelatih dari daerah lain seperti Jawa, Kalimantan, NTT dan Papua.

Hasil atau output pelatih Bali berlisensi ini, akan disebar melatih tingkat usia dini dengan menerapkan filosofi sepakbola Indonesia atau Filanesia.

"Untuk Ajang Porpov Bali di Tabanan, minimal pelatih kepala tim sepakbola setiap daerah berlisensi D PSSI. Dan para pelatih Bali juga nanti akan diarahkan membina sepakbola ditingkatkan sekolah dan SSB. Grass root menjadi target kurikulum Filanesia, " katanya.

Sementara itu, PSSI juga fokus menggelar kompetisi usia dini seperti Soeratin usia 13, 15, 17 tahun dan Menpora CUP usia 12 14 dan 16 tahun. Kompetisi ini menjadi ajang mengukur kualitas pelatih lokal Bali yang telah mengantongi lisensi kepelatihan.

Halaman
12
Penulis: Marianus Seran
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved