25 Atlet Judo Bali Akan Dikirim ke Kejurnas Judo di Jakarta namun Terkendala Dispensasi dan Dana

Sekitar 25 atlet judo Bali akan dikirim untuk mengikuti Kejuaraan Nasional Judo di Jakarta yang rencananya berlangsung dari tanggal 22-24 Februari

25 Atlet Judo Bali Akan Dikirim ke Kejurnas Judo di Jakarta namun Terkendala Dispensasi dan Dana
Agus Putra Adnyana
Tim Judo Bali saat menggelar latihan di GOR Lila Bhuana, Denpasar, Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekitar 25 atlet judo Bali akan dikirim untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo di Jakarta yang rencananya berlangsung dari tanggal 22-24 Februari 2019.

Kejurnas Judo yang berlangsung di Jakarta nanti merupakan salah satu kejurnas untuk pengumpulan poin menuju PON 2020.  

Pelatih Judo Bali, Agus Putra Adnyana mengatakan Bali rencananya akan mengirim 25 atlet judo yang terdiri dari 17 atlet judo senior dan 8 atlet judo junior ke Kejurnas Judo di Jakarta.

“Rencananya kita mengirim totalnya 25 atlet, senior kita ada total 17 atlet tapi yang berangkat dari Bali ada 12 orang, sisanya ada yang di pelatnas karena (atlet) pelatnas dikembalikan ke daerah gitu. Junior ada beberapa yang kita berangkatkan nanti, dari 25 atlet yang berangkat 17-nya itu atlet senior dan sisanya junior, atlet-atlet junior yang berangkat itu adalah atlet-atlet junior yang dipersiapkan untuk POPNAS berikutnya,” ucapnya saat dihubungi Tribun Bali, Jumat (15/2/2019).

Ia berharap para atlet judo yang diberangkatkan nanti dapat menampilkan kemampuan terbaiknya agar bisa  memperoleh poin menuju PON 2020 di Papua.

Atlet yang berangkat adalah atlet yang kita perkirakan untuk bisa lolos ke PON ini karena (mereka) sudah punya poin sebelumnya jadi targetnya mudah-mudahan mereka bisa menampilkan yang terbaik nanti untuk bisa poinnya lolos, sehingga kemungkinan untuk Kartika Cup enggak kita kirimkan kalau sudah pasti mereka lolos dengan poin yang sekarang.  Jadi atlet senior yang berangkat ada 17 orang , yang sudah punya poin ada 15 orang,  dua atlet lainnya seperti Anny Pandini belum punya poin karena terkendala persiapan Asian Games kemarin sama Fania Farid pindah kelas dari kelas +78 jadi -78 kg,” jelasnya.

Ia menambahkan atlet judo yang bisa bertanding di PON 2020 di Papua merupakan atlet yang menduduki peringkat 1 sampai 8 nasional, peringkat tersebut didapat dari total poin yang dikumpulkan dari tahun 2017 hingga 2019.

 “Jadi poin itu kan setiap juara 1 sudah ada grade poinnya, juara 2 sudah ada grade poinnya, jadi mereka akan berkejaran dari ranking 1 sampai 8, itu untuk cari lolos ke PON, jadi total dari 2017-2019 pengumpulan poinnya, jadi mereka akan di-ranking nasional nantinya, rangking nasional 1 sampai 8  itulah yang bisa main di PON,“ katanya.

Ia menyatakan, persiapan untuk menghadapi kejurnas masih dilakukan, para atlet menjalani latihan hampir setiap hari.

Baca: Ambil 12 Atlet Terbaik, Tim Voli Putri Badung Fokus Latih Fisik untuk Hadapi Porprov 2019

Baca: Jelang Kejurnas Gulat Di Jakarta, PGSI Siapkan 13 Atlet Jika Dana Mencukupi

Baca: Aprianingsih Berhasil Jadi Juara di Kejurprov Judo Bali 2019, Sempat Grogi karena Lawan Senior

Latihan yang dilakukan pun berupa latihan fisik maupun teknik. Ia mengatakan intensitas latihan akan terus meningkat hingga nanti puncaknya saat pertandingan berlangsung.

Halaman
12
Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved