KPU Buleleng Kerahkan Warga untuk Melipat Surat Suara, Emak-emak Diupah Rp 90 Per Lembar

Proses pelipatan dilakukan di Gudang KPU kawasan Desa Pemaron, Buleleng, dengan melibatkan sebanyak 108 warga yang didominasi oleh emak-emak

KPU Buleleng Kerahkan Warga untuk Melipat Surat Suara, Emak-emak Diupah Rp 90 Per Lembar
Tribun Bali/Ratu Ayu
Proses pelipatan surat suara dilakukan di Gudang KPU kawasan Desa Pemaron, Buleleng, dengan melibatkan sebanyak 108 warga yang didominasi oleh emak-emak, Jumat (15/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - KPU Buleleng mulai melipat surat suara untuk pemilihan DPD dan DPRD Bali, Jumat (15/2/2019).

Proses pelipatan dilakukan di Gudang KPU kawasan Desa Pemaron, Buleleng, dengan melibatkan sebanyak 108 warga yang didominasi oleh emak-emak.

Ketua KPU Buleleng, Komang Udhi Udayana menjelaskan, tenaga yang melipat surat suara merupakan warga asal wilayah Buleleng, yang sudah memiliki pengalaman dalam melipat surat suara saat Pilgub lalu.

Sebelum melipat surat suara, 108 warga itu lebih dulu menyerahkan KTP untuk ditukar dengan nametag, untuk kemudian dilakukan pemeriksaan badan oleh pihak kepolisian.

Selama berada di gudang logistik, tenaga pelipat juga dilarang membawa ponsel (HP), korek api, merokok, dan alat tulis.

"Mereka pulang, nametagnya ditukar dengan KTP-nya. Lalu dilakukan pemeriksaan badan lagi," terang Udhi.

Tenaga yang melipat surat suara ini diberi upah berbeda-beda, tergantung jenis pelipatannya.

Untuk surat suara Pilpres diupah Rp 50 per lembar mengingat hanya dua pelipatan. Sementara untuk surat suara pemilihan DPD diupah Rp 75 perlembar, dan untuk Pileg DPRD Rp 90 per lembar.

Udhi mengatakan, jumlah surat suara yang siap dilipat sebanyak 2.970.430 lembar, terdiri dari lima jenis surat suara.

Ia tidak menampik sudah ada beberapa surat suara yang ditemukan dalam keadaan robek dan bernoda.

"Kerusakan sudah ada, namun belum kami hitung. Belum ada target penyelesain kapan surat suara ini selesai dilipat. Berjalan dulu, karena baru sehari dilaksanakan, akan dievaluasi dulu baru akan ditarget," jelasnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved