Ngaku Digaji Kecil, Dedi Nekat Curi 23,71 Kilogram Udang Milik Bosnya

Berdalih lantaran digaji kecil, Dedi Mandala Putra (25) nekat mencuri udang milik bosnya sebanyak 23.71 kilogram

Ngaku Digaji Kecil, Dedi Nekat Curi 23,71 Kilogram Udang Milik Bosnya
Istimewa/Polsek Gerokgak
Polisi menunjukkan pelaku Dedi beserta barang bukti udang curiannya sebanyak 23.71 kilogram, Jumat (15/2/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Berdalih lantaran digaji kecil, Dedi Mandala Putra (25) nekat mencuri udang milik bosnya sebanyak 23.71 kilogram, di tambak PT Menjangan Mas, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak, Buleleng.

Tak pelak, tindakannya itu pun mengantarkan pria asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah ini mendekam di balik jeruji besi.

Di hadapan polisi, Dedi mengaku hanya digaji oleh bosnya sebesar Rp 950 ribu per bulan, untuk menggarap dua petak tambak udang di PT Menjangan Mas.

Gaji itu bahkan kata dia, harus dikirim sebagian ke Sumbawa untuk menghidupi ibu dan saudara-saudaranya, pasca bercerai dengan sang ayah.

Baca: Mandadak Gugup Saat Dimintai Keterangan Polisi, TS Akhirnya Mengaku Curi Celengan Tetangganya

"Uangnya buat belanja sehari-hari. Baru dua kali ini mencuri. Selama bekerja, tinggalnya sih di tempat kerja. Gaji saya kecil, sementara saya jadi tulang punggung keluarga," ujar Dedi, Jumat (15/2/2019).

Kapolsek Gerokgak, Kompol Made Widana mengatakan, Dedi melakukan tindakan pencurian ini pada Sabtu (9/2/2019) pukul 20.00 wita.

Saat itu salah satu karyawan PT Menjangan Mas bernama Zainudin tengah melakukan patroli di tambak seluas 1,5 hektar.

Namun sesampainya di kawasan tambak bernomor J9, mata Zainudin tertuju pada sebuah karung.

Setelah dicek, rupanya di dalam karung tersebut terdapat udang. Curiga atas temuan itu, Zainudin pun melaporkan kepada pengawas tambak bernama Haryadi (39).

Selanjutnya Haryadi bersama Zainudin pun langsung melakukan patroli dengan mengelilingi tambak-tambak yang diawasinya.

Setelah dilakukan pengecekan, keduanya justru menemukan pelaku Dedi tengah bersembunyi di salah satu tambak.

Dedi yang kepergok, tak dapat berkutik. Ia pun langsung digiring ke Mapolsek Gerokgak.

"Memang pelaku sudah 3 tahun bekerja di tambak itu. Dia sudah berulang kali melakukan pencurian sejak 2016. Tetapi sedikit-sedikit, ya lima kilo, sepuluh kilo. Udang curian itu ia jual di Pasar Goris malam hari. Nah baru sekarang diketahui mencuri karena jumlahnya udang yang dicuri mencapai 23 kilo dan belum sempat dijual karena keburu ditangkap," ungkap Kompol Widana.

Akibat ulahnya, Dedi dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved