Terdapat 635 Fintech Ilegal yang Terapkan Bunga Tinggi, CEO Akseleran Turut Nyatakan Pendapat

Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, terdapat 635 perusahaan fintech yang tidak terdaftar atau dinilai ilegal

Terdapat 635 Fintech Ilegal yang Terapkan Bunga Tinggi, CEO Akseleran Turut Nyatakan Pendapat
Rimba Laut, Head of Public & Government Relations
Ivan Nikolas Tambunan, CEO & Co-Founder Akseleran 

Laporan wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUNBALI.COM, DENPASAR - Akhir-akhir ini ramai dibicarakan oleh publik mengenai bentuk praktik penagihan yang tidak menggunakan kode etik kepada konsumen dan pemberian tingkat bunga yang mencekik leher sehingga tidak sedikit pengguna mengatasnamakan dirinya sebagai korban dari jebakan pinjaman online.

Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, terdapat 635 perusahaan fintech yang tidak terdaftar atau dinilai ilegal, dan sebanyak 231 di antaranya sudah ditutup izinnya oleh
OJK.

Ivan Nikolas Tambunan, CEO & Co-Founder Akseleran, dalam rilis yang diterima Tribun Bali, mengatakan Akseleran mengapresasi dan mendukung penuh aksi dari OJK untuk memberantas fintech ilegal di Indonesia.

Menurut Ivan, apa yang dilakukan oleh OJK sebagai bentuk nyata untuk mengedepankan prinsip perlindungan terhadap konsumen dan meningkatkan kesadaran kepada masyarakat agar tidak terjebak pinjaman online dari perusahaan fintech ilegal.

Akseleran sendiri, katanya, merupakan startup fintech berbasis Peer-to-Peer Lending (P2P Lending) yang menyalurkan pinjaman produktif kepada para pelaku usaha (UKM) tingkat menengah ke atas dengan minimal sebesar Rp 75 juta dan maksimal sebesar Rp 2 miliar.

Di sisi lain, Ivan mengungkapkan, sebagai platform P2P Lending maka masyarakat juga dapat menjadi pemberi pinjaman di Akseleran mulai dari Rp100 ribu dengan rata-rata imbal hasil yang didapatkan sebesar 18 persen -21 persen per tahun.

Baca: Tahun 2019, Akseleran Optimistis Salurkan Pinjaman Rp 1,2 Triliun dan Peroleh Dana Segar

Baca: BPD Bali Optimistis Target Pertumbuhan Kredit 9 Persen, OJK Segera Rampungkan Calon Dewan Komisaris

Baca: Prioritaskan Komunikasi, Ini 5 Cara Pintar Kelola Keuangan dengan Pasangan

“Kami sebagai perusahaan P2P Lending di Indonesia yang sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh OJK dan saat ini sedang memasuki proses untuk memperoleh perizinan final. Oleh karena itu, kami bersama-sama dengan industri melalui Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) terus berupaya memberikan layanan yang  terbaik untuk pengguna, termasuk dari sisi penagihan dan pembatasan biaya maupun imbal hasil yang bersifat predatory,” ujar Ivan di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Layanan terbaik yang dilakukan Akseleran kepada konsumen, jelasnya, bertujuan untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Buktinya, sepanjang tahun 2018, Akseleran berhasil menyalurkan total pinjaman sebesar Rp 210 miliar, atau 105 persen dari yang ditargetkan sebesar Rp 200 miliar kepada lebih dari 400 pinjaman dengan rasio kredit macet (non performing loan/NPL) masih di angka 0,5 persen.

“Bahkan, di Januari 2019, Akseleran telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp 55 miliar melebihi dari yang kami targetkan sebesar Rp 36 miliar. Ini bukti nyata bahwa pertumbuhan yang kami alami merupakan bentuk kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap Akseleran sebagai perusahaan P2P Lending yang legal di Indonesia. Sedangkan fintech ilegal itu tidak diawasi oleh OJK dan meraka yang ilegal otomatis tidak mengikuti aturan main maupun kode etik yang ada sehingga sudah pantas untuk diberantas,” tambah Ivan.

Sebagai informasi, per Februari 2019, OJK telah merilis ada sebanyak 99 perusahaan fintech lending yang sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Sebelumnya, selama tahun 2018, total pinjaman yang disalurkan oleh 88 perusahaan fintech lending  mencapai sebesar Rp22,67 triliun, atau mengalami kenaikan 784 persen secara year on year. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved