Toya Devasya Lebarkan Sayap dengan Toya Ubud Valley, Kembangkan Agro Tourism

Setelah sukses dengan wisata air panasnya yang dikunjungi hingga 2.000 orang per hari, kini Toya Devasya Hot Spring membangun Toya Ubud Valley

Toya Devasya Lebarkan Sayap dengan Toya Ubud Valley, Kembangkan Agro Tourism
Tribun Bali/Putu Supartika
Direktur Toya Ubud Valley, Putu Astiti Saraswati SE, M.Bus yang didampingi oleh Komisaris Utama Toya Ubud Vally, Dr. I Ketut Mardjana saat melakukan penanaman kopi di Toya Ubud Valley Coffee bersama para undangan 

Laporan wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Setelah sukses dengan wisata air panasnya yang dikunjungi hingga 2.000 orang per hari, kini Toya Devasya Hot Spring melebarkan sayapnya dengan membangun Toya Ubud Valley yang berlokasi di Desa Kenderan, Kecamatan Tegalalang, Gianyar Bali.

Di sana akan dibangun berbagai jenis akomodasi pariwisata, baik itu vila, restoran, hingga agrowisata berupa kebun kopi yang bernama Toya Ubud Valley Coffee.

Sementara itu, Sabtu (16/2/2019) digelar acara yang bertajuk Coffee Journey From Seed to Cup.

Acara ini diawali dengan bersepeda dari Kintamani menuju ke Desa Kenderan, yang kemudian dilanjutkan dengan sharing terkait kopi hingga penanaman kopi di kebun seluas 2.5 hektar oleh 50 orang undangan dari berbagai elemen baik dari Bank BRI, Bank Indonesia, Kodim Bangli, Kodim Gianyar, petani kopi, hingga tokoh masyarakat setempat.

Direktur Toya Ubud Valley, Putu Astiti Saraswati SE, M.Bus yang didampingi oleh Komisaris Utama Toya Ubud Vally, Dr. I Ketut Mardjana mengatakan acara ini memiliki makna bagaimana petani menghasilkan biji kopi hingga bisa diminum oleh semua komponen.

Menurutnya semua komponen sangat berpengaruh terhadap kopi yang disajikan, bukan saja biji kopi melainkan ada proses roasting hingga penyeduhan.

"Coffe beans ini memang memegang peranan penting. Beans itu ada arabika dan robusta. Di Kintamani ada arabika dan di Kendran ini kita kembangkan robusta. Terkait kopi ini, saya mulai tertarik saat dikenalkan oleh Pak Iman dari Bank Indonesia dengan seorang petani kopi. Dari situlah saya bertemu dengan petani kopi dan akhirnya Toya Devasya juga jual kopi kintamani dan kami belajar lebih dalam tentang pengolahan kopi," kata Astiti.

Selanjutnya pihaknya bertemu banyak komunitas kopi dan petani kopi sehingga mengerti permasalahan kopi dari sisi hilir hingga sisi hulu.

Baca: Toya Devasya Hotspring Wellness Resort Raih Penghargaan Indonesia 50 Best Leader Award 2019

Baca: Terseret Ombak, Wisatawan Asal Filipina Tewas Saat Berenang di Pantai Petitenget

Baca: Begini Tanggapan MUDP Terkait Pelarangan Ogoh-ogoh dari Bahan Styrofoam

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved