Fakta Warga Bukit Badung Selatan Dijatah 25 Liter Sehari, Kontras dengan Hotel 4.500 Liter Sehari

Aktivis lingkungan, Asana Viebeke Lengkong, menyebut krisis air di Bali bukan lagi di depan mata. Tapi sudah nyata adanya.

Fakta Warga Bukit Badung Selatan Dijatah 25 Liter Sehari, Kontras dengan Hotel 4.500 Liter Sehari
tangkap layar tribun bogor
ILUSTRASI Krisis Air: Aktivis lingkungan, Asana Viebeke Lengkong, menyebut krisis air di Bali bukan lagi di depan mata. Tapi sudah nyata adanya. Faktanya, warga di kawasan Bukit (Ungasan, Pecatu, Jimbaran, dan Kutuh), Badung Selatan, hanya dijatah air 25 liter tiap harinya. 

Fakta Warga Bukit Dijatah 25 Liter Sehari, Kontras dengan Hotel 4.500 Liter Sehari. Aktivis lingkungan, Asana Viebeke Lengkong, menyebut krisis air di Bali bukan lagi di depan mata. Tapi sudah nyata adanya.

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Aktivis lingkungan, Asana Viebeke Lengkong, menyebut krisis air di Bali bukan lagi di depan mata. Tapi sudah nyata adanya.

Faktanya, warga di kawasan Bukit (Ungasan, Pecatu, Jimbaran, dan Kutuh), Badung Selatan, hanya dijatah air 25 liter tiap harinya.

“Jadi sehari-hari warga lokal (di kawasan Bukit) rata-rata hanya bisa mengakses air bersih di waktu-waktu tertentu maksimal sebanyak 25 liter sehari,” ujar Viebeke, yang juga pemilik jasa akomodasi penginapan di wilayah Badung selatan.

Kondisi ini sangat kontras dengan para wisatawan.

Baca: Plt Ketum PSSI Diduga Aktor Intelektual Perusakan Bukti Pengaturan Skor

Baca: Debat Capres 2019, Ini Bocoran Kedua Timses Soal Persiapan Jokowi dan Prabowo Sebelum Tarung

Baca: Debat Capres 2019 Jokowi Vs Prabowo, Segmen 4 Pemutaran Film, Begini Skemanya

Baca: Tanpa Kisi-Kisi, Jokowi Vs Prabowo, Siapa Kuasai Arena Tarung Bebas Debat Capres?

Disebutkan, para tamu di hotel-hotel pariwisata diklaim bisa menghabiskan air bersih sebanyak 4.500 liter tiap hari.

Padahal, kebutuhan air para wisatawan hanya meliputi mandi di shower, air bath-tub, flush toilet, air cuci muka, air kolam renang, dan lain sebagainya.

"Praktis aktivitas ibu-ibu seperti cuci baju hanya bisa di malam hari," ungkapnya sambil mencak-mencak usai menghadiri workshop penelitian air bersih di Denpasar, Jumat (15/2/2019).

"Orang-orang di Bukit sana pakai air hanya untuk gosok gigi, mandi, dan kehidupan sehari-hari."

"Dapatnya cuma maksimal 25 liter tiap hari. Bahkan, kecenderungan pola hidupnya sekarang berubah jadi kalong (kelelawar) karena air keluar lancar hanya saat malam hari.

Baca: Google Maps Tampilkan Fasilitas Misil Patriot AS di Taiwan, Pejabat dan Militer Panik

Baca: Mengaku Khilaf, NH Berkali-kali Rudapaksa Anak Tirinya, Kasus Terbongkar Saat Si Ibu Curigai Hal Ini

Baca: Pabalap Nasional M Zaki Ditusuk Orang Tak Dikenal Hingga Meninggal, Diduga Akibat Serempetan

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved