Pelajar di Inggris Bolos Sekolah dan Turun ke Jalan, Tuntut Pemerintah Umumkan Keadaan Darurat Iklim

Pelajar di seluruh Inggris "mogok sekolah" pada hari Jumat (15/02/2019) sebagai bagian dari kampanye global untuk aksi perubahan iklim.

Pelajar di Inggris Bolos Sekolah dan Turun ke Jalan, Tuntut Pemerintah Umumkan Keadaan Darurat Iklim
BBC
Murid di seluruh Inggris mengambil hari libur sekolah untuk aksi perubahan iklim, Jumat (15/2/2019) 

TRIBUN-BALI.COM - Pelajar di seluruh Inggris "mogok sekolah" pada hari Jumat (15/02/2019) sebagai bagian dari kampanye global untuk aksi perubahan iklim.

Siswa di seluruh negeri turun ke jalan dan menuntut pemerintah mengumumkan keadaan darurat iklim dan mengambil langkah-langkah aktif untuk mengatasi masalah tersebut.

Penyelenggara Youth Strike 4 Climate mengatakan aksi ini terjadi di lebih dari 60 kota besar dan kecil, dengan sekitar 15.000 orang ambil bagian.

 
Mereka membawa plakat, beberapa di antaranya tertulis: "Tidak ada planet B."

Gerakan ini dimulai saat seorang remaja Swedia, Greta Thunberg yang berusia 15 tahun membolos sekolah untuk melakukan aksi di luar gedung pemerintah pada bulan September silam, menuduh negaranya tidak mengikuti Perjanjian Iklim Paris.

Sejak itu, puluhan ribu anak di Belgia, Jerman, Swedia, Swiss, dan Australia terinspirasi untuk menggelar demonstrasi mereka sendiri.

Protes terbesar diadakan di London, Brighton, Oxford dan Exeter, kata Jaringan Iklim Pelajar Inggris.

Kelompok itu, yang membantu mengoordinasikan protes, memiliki empat tuntutan utama :

Pemerintah harus mendeklarasikan "darurat iklim"
Pemerintah juga harus menginformasikan kepada publik tentang situasi yang serius ini
Kurikulum nasional harus direformasi untuk memasukkan "krisis ekologis"
Usia pemungutan suara harus diturunkan menjadi 16 tahun sehingga orang yang lebih muda dapat terlibat dalam pengambilan keputusan seputar masalah lingkungan.
Greta mencuit tentang protes di Inggris di akun Twitter-nya, menulis: "PM Inggris mengatakan bahwa anak-anak yang mogok sekolah 'membuang-buang waktu pelajaran'. Itu bisa jadi masalah.

"Tapi sekali lagi, para pemimpin politik telah menyia-nyiakan 30 tahun tidak bertindak. Dan itu sedikit lebih buruk."

Halaman
1234
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved