Liga 1

Plt Ketum PSSI Diduga Aktor Intelektual Perusakan Bukti Pengaturan Skor

Senin (18/2/2019) besok, polisi menetapkan Jokdri sebagai tersangka karena diduga kuat sebagai aktor intelektual perusakan bukti kasus dugaan pengatur

Plt Ketum PSSI Diduga Aktor Intelektual Perusakan Bukti Pengaturan Skor
Istimewa/Ketua Departemen Sepakbola Asprov PSSI Bali, Nasser Attamimy
Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (paling kiri); Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria; Ketua Umum Asprov PSSI Bali, I Ketut Suardana; Wakil Sekretaris Umum Asprov PSSI, I Made Rai Ridartha (paling kanan), saat Seminar Keolahragaan Nasional, di Ball Room The Tanjung Benoa Resort, Badung, Bali, Sabtu (24/11/2018). 

Polisi menjadwalkan pemeriksaan terhadap Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka di Polda Metro Jaya. Plt Ketum PSSI Diduga Aktor Intelektual Perusakan Bukti Pengaturan Skor.

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Polisi menjadwalkan pemeriksaan terhadap Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka di Polda Metro Jaya,

Senin (18/2/2019) besok, polisi menetapkan Jokdri sebagai tersangka karena diduga kuat sebagai aktor intelektual perusakan bukti kasus dugaan pengaturan skor.

Polisi menetapkan Jokdri sebagai tersangka pada Jumat (15/2/2019).

Pria yang sudah hampir 20 tahun di PSSI ini juga dicekal ke luar negeri.

Sebelum Jokdri ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka perusakan bukti kasus pengaturan skor (match fixing).

Baca: Tanpa Kisi-Kisi, Jokowi Vs Prabowo, Siapa Kuasai Arena Tarung Bebas Debat Capres?

Baca: Mengaku Khilaf, NH Berkali-kali Rudapaksa Anak Tirinya, Kasus Terbongkar Saat Si Ibu Curigai Hal Ini

Baca: Pabalap Nasional M Zaki Ditusuk Orang Tak Dikenal Hingga Meninggal, Diduga Akibat Serempetan

Ketiganya diduga sebagai orang suruhan.

"Dapat diduga sebagai aktor intelektual," tegas Kabiro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2).

"Diduga yang menyuruh dan memerintahkan tiga orang lakukan pencurian dan perusakan police line, masuk rumah tanpa izin, ambil laptop, dokumen dokumen, dan barang bukti untuk mengungkap match fixing. Nah ini aktornya intelektualnya saudara Jokdri."

Penelusuran otak di balik perusakan bukti kasus pengaturan skor berdasarkan keterangan tiga orang yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

Ketiga tersangka perusakan bukti pengaturan skor yakni Musmuliadi, Muhamad Murdani, dan Abdul Gofur memasuki Kantor Komdis PSSI yang beralamat di Jalan Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Padahal kantor tersebut telah disegel petugas dengan garis polisi atau police line.

Ketiga tersangka dalam pemeriksaan Satgas Antimafia Bola mengaku melakukan pengambilan sejumlah dokumen, video rekaman CCTV, ponsel, dan laptop karena disuruh seseorang, yang identitasnya belum dapat diungkap ke publik oleh polisi.

"(Tiga orang tersangka) sebagai pesuruhnya saja. Ada yang sebagai driver pribadi, staf dan OB, itu minggu kemarin ditetapkan tersangka. Jadi TKP yang dirusak sudah disegel sudah di police line, sudah jadi perhatian polisi," sambungnya.

Karena itu, besok pukul 10.00 WIB polisi menjadwalkan pemeriksaan terhadap Jokdri sebagai tersangka.
"Hari Senin itu (Joko Driyono) akan dimintai keterangan, klarifikasi hari Senin saudara J ini dipanggil untuk memberi keterangan dan klarifikasi tindak pidana yang dilakukan oleh tiga orang minggu lalu," ujar Dedi. (*)

Editor: Rizki Laelani
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved