Kaum Intelektual Ingin Sektor Pendidikan dan Riset Ditata Orang Yang Tepat

Kaum Intelektual Ingin Sektor Pendidikan dan Riset Ditata Orang Yang Tepat

Kaum Intelektual Ingin Sektor Pendidikan dan Riset Ditata Orang Yang Tepat
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah Dokter, Ilmuwan, para akademisi dan masyarakat yang tergabung dalam Forum Intelektual For Jokowi mendeklarasikan dukung pada Presiden Joko Widodo di Desa wisata Kertalangu, Denpasar, Minggu (17/2). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Keriuhan situasi politik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 saat ini masih saja dihiasi dengan isu negatif seperti informasi hoax hingga ujaran kebencian dan SARA.

Gerah akan hal itu, kalangan akademisi di Bali yang terdiri dari para dokter, ilmuwan, dosen, mahasiswa dan masyarakat milenial Bali bersatu mendukung penyelenggaraan pesta demokrasi yang jernih dan berkualitas.

Bersama mereka mendeklarasikan diri membentuk Forum Intelektul For Jokowi tepat di hari penyelenggaraan Debat Capres Tahap Kedua pada Minggu (17/2/2019) kemarin, di Taman Desa Budaya Kertalangu, Denpasar.

Koordinator FIFJ Bali, Prof. Made Bakta mengungkapkan, forum yang lahir atas inisiatif senior civitas akademik di Bali ini memandang bahwa kaum intelektual sudah waktunya turun dari singgasana menara gading.

''Bahwa Indonesia saat ini sedang stagnan bukan karena orang jahat bertambah banyak, tapi karena orang baik memilih diam. Mulai hari ini, setelah melalui berbagai kajian dan pertimbangan, kami harus turun dan berada di tengah-tengah rakyat," ungkapnya kepada Tribun Bali.

Ia melanjutkan, ia memandang masih adanya kegalauan masyarakat dalam menghadapi masa depan bangsa situasi politik saat ini. Ditambah dengan kegaduhan situasi politik saat ini yang masih penuh dengan informasi hoax hingga ujaran kebencian yang mengancam situasi berdemokrasi.

Melalui forum ini, kata dia, lebih fokus untuk mengajak masyarakat berpikir secara jernih dalam menentukan pilihan. Dalam hal ini posisi mereka sebagai intelektual tetap berpegang teguh pada objektivitas dan independen.

Diterangkan, massa yang hadir disini murni atas inisiatif pribadi tanpa ada embel-embel senioritas dan civitas akademik. Mereka datang atas kesamaan tujuan untuk memilih salah satu pilihan capres.

"Disini kami menyampaikan keberhasilan pemimpin (Jokowi) secara objektif, tidak berlebihan. Kami juga paham, Jokowi masih banyak kekurangan. Tapi setidaknya kami pandang bahwa Jokowi masih jadi orang yang tepat, terlebih dalam sektor pendidikan," ujar mantan rektor Universitas Udayana ini.

Lebih lanjut, dalam deklarasi ini juga menjadi ajang nonton bareng Debat Capres sekaligus memberikan edukasi politik terhadap intelektual muda yang hadir.

''Jadi ini tidak berhubungan dengan civitas akademik. Terpenting daripada forum ini adalah terciptanya situasi bangsa pasca pemilu kedepan, kehidupan berbangsa demokrasi yang jernih,'' katanya.

Terpisah, Dr. Lanang Rudiartha selaku Ketua Panitia mengatakan, pembentukan forum ini kedepan akan fokus memberikan edukasi politik, terutama kepada masyarakat dan intelektual muda.

''Untuk menghindari golput, melawan hoax dan fitnah. Untuk itu perlu adanya forum dan kesadaran untuk tidak melakukan golput melalui forum diskusi ilmiah ini," terangnya. (azm)

Penulis: eurazmy
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved