Ni Nengah Mariani Ngaku Sempat Grogi saat Mengikuti Seleksi Atlet Atletik untuk Pra PON 2019

Atlet Atletik Bangli, Ni Nengah Mariani (17) sempat merasa grogi saat mengikuti Seleksi Atlet Atletik untuk Pra PON 2019

Ni Nengah Mariani Ngaku Sempat Grogi saat Mengikuti Seleksi Atlet Atletik untuk Pra PON 2019
Tribun Bali/Putu Dewi Adi Damayanthi
Ni Nengah Mariani di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Minggu (17/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Atlet Atletik Bangli, Ni Nengah Mariani (17) sempat merasa grogi saat mengikuti Seleksi Atlet Atletik untuk Pra PON 2019.

Kurang lebih 100 atlet atletik yang berasal dari 9 kabupaten/kota di Bali mengikuti seleksi yang diadakan Pengprov PASI Bali ini, di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Minggu (17/2/2019).

Mariani bercerita bahwa ia mengikuti seleksi di nomor lari 5000 meter putri.

Baca: Mewahnya Pesta Pernikahan Putri Ajik Krisna di Blangsinga, Ada Banyak Artis Hingga Putra Jokowi

Baca: Sasar Turis Eropa, Capri Nusa Siap Bangun Proyek Properti Resort & Hotel di Nusa Penida Bali

Saat seleksi berlangsung ia pun sempat merasa grogi.

“Sempat grogi tadi, kalau setiap lomba pasti awalnya deg-degan, mungkin takut dikalahin gitu, biasanya kalau sudah lari deg-degannya hilang sendiri,” ujarnya.

Selain grogi, ia juga merasa suasana seleksi tersebut cukup menegangkan dan beberapa kendala pun sempat ia alami, diantaranya perbedaan suhu antara Denpasar dan Bangli yang cukup jauh membuatnya merasa kelelahan saat pertengahan seleksi.

Baca: Lippo Serahkan Bantuan Rp 1,5 Miliar ke Politeknik Negeri Bali

Baca: Siapkan Tim Bayangan Hadapi Pra PON 2019, Pengprov PASI Bali Gelar Seleksi

“Seleksinya tadi cukup menegangkan, apalagi Denpasar kan panas, Batur kan beda cuacanya dengan di sini. Waktu di pertengahan itu sudah capek, panas gitu, tapi saya paksa biar sampai saja finish. Yang buat semangat sampai finish mungkin mau capai target tapi sekarang belum bisa gitu,“ ujar atlet yang pernah meraih medali perak di Porprov Bali 2017 ini.

Gadis yang berasal dari Bangli ini mencapai garis finish dengan waktu 21 menit, waktu tersebut pun tidak sesuai dengan limit yang ditentukan di seleksi yaitu 19 menit.

Baca: Gunakan Jaket Jeans Hingga Syal, Gaya Nyentrik Iriana Jokowi Saat Debat Capres Jadi Sorotan

Baca: 5 Gejala Leukimia yang Sering Diabaikan, Memar Spontan hingga Ruam Kulit

Walau belum berhasil mencapai limit yang ditentukan ia mengaku tetap senang karena mendapatkan pengalaman baru.

Siswi SMAN 1 Kintamani ini pun menemukan beberapa kekurangan yang ingin ia perbaiki agar dapat tampil lebih baik lagi.

“Kurang daya tahannya, apalagi waktu ini (beberapa hari yang lalu) sempat sakit sebelum seleksi, sekarang jadi agak kurang fit gitu, mungkin (nanti) larinya lebih dilamain latihannya itu,” ujarnya.

Gadis berkulit sawo matang ini berharap kedepannya ia dapat memperbaiki waktunya menjadi 20 menit.(*)

Penulis: Putu Dewi Adi Damayanthi
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved