Temuan Praktik Prostitusi Berkedok Warung, Bupati Suwirta Minta Desa Buat Perarem atau Perdes

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menegaskan para prajuru adat maupun dinas hendaknya membekali produk hukum berupa perarem maupun perdes

Temuan Praktik Prostitusi Berkedok Warung, Bupati Suwirta Minta Desa Buat Perarem atau Perdes
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Bupati Klungkung didampingi Kasatpol PP Klungkung I Putu Suarta melakukan sidak di lokasi prostitusi berkedok warung di sepanjang Bypass IB Mantra, Jumat (15/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Usai ditertibkannya prostitusi berkedok warung, pihak Desa Negari mulai memperketat pengawasan di wilayahnya.

Menindaklanjuti arahan Bupati Klungkung, Perbekel Negari akan segera berkoordinasi dengan desa pakraman untuk mengantisipasi kembali munculnya lokasi prostitusi di wilayah Negari

Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan memang dilalui jalur Bypass Ida Bagus Mantra. Lokasi ini juga menjadi lokasi dua tempat hiburan malam yang ditutup oleh Pemkab Klungkung beberapa waktu lalu.

"Sebelumnya di wilayah kami memang ada dua kafe remang (tempat hiburan malam). Tapi saat ini memang sudah ditutup dan kami juga terus awasi agar tidak buka lagi," ujar Perbekel Negari, Gusti Agung Ngurah Agung.

Terkait warung berkedok prostitusi itu, pihaknya mengaku sudah cukup sering mengeceknya. Namun tidak ada yang mencurigakan.

Praktik prostitusi di warung itu baru terbongkar setelah Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta dan Satpol PP melakukan penggerebekan, Jumat (15/2/2019).

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menegaskan untuk mengendalikan maraknya prostitusi berkedok kafe remang-remang dan warung kecil yang sudah masuk hingga ke pelosok desa, para prajuru adat maupun dinas hendaknya dibekali produk hukum berupa perarem maupun perdes.

Dengan dasar produk hukum tersebut maka prajuru adat dan dinas juga harus tegas dalam mengedalikan situasi desanya dari berbagai penyakit sosial masyarakat tersebut.

“Selain harus memiliki perarem maupun perdes, para prajuru juga harus berani dan tegas menindak tempat tempat maksiat dan hal hal negatif lainnya yang berkembang di wilayahnya. Karena sekali saja bisnis semacam itu tumbuh dan berkembang lama, maka selamanya desa tersebut akan dicap negatif,” ujar  Suwirta.

Awalnya Warung Milik Warga Lokal
Dengan kejadian ini, pihak desa akan berkoordinasi dengan desa pakraman untuk menyusun aturan yang dapat mencegah praktik prostitusi di wilayah Desa Negari.

Perbekel Negari, Gusti Agung Ngurah Agung mengatakan, tempat prostitusi tersebut awalnya adalah warung kecil.

"Itu awalnya warung kecil milik warga lokal setempat," jelas dia.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Klungkung dan Satpol PP melalukan sidak di beberapa warung di wilayah Bypass Ida Bagus Mantra, Jumat (15/2/2019).

Awalnya pemilik warung menampik di lokasi itu menjadi tempat prostitusi. Namun setelah digeledah, bupati bahkan menemukan banyak kondom bekas pakai.

Pemilik warung pun tidak bisa mengelak dan mengakui melayani  prostitusi. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved